Cap Go Meh dan Ramadhan di Makassar: Simbol Harmoni Keberagaman dan Toleransi Kuat
Perayaan Cap Go Meh di tengah Ramadhan di Makassar menjadi cerminan kuatnya toleransi dan harmonisasi antarumat beragama di Kota Anging Mammiri. Cap Go Meh Ramadhan Makassar.
Ribuan masyarakat memadati pagelaran Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 di Kota Makassar. Perayaan ini berlangsung di tengah pelaksanaan bulan suci Ramadhan, menjadi simbol kuatnya toleransi yang terjalin erat di Kota Anging Mammiri. Momen ini memperlihatkan bagaimana keberagaman budaya dan spiritualitas dapat hidup berdampingan secara harmonis.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyoroti perpaduan dua perayaan yang sarat makna ini sebagai gambaran nyata harmonisasi kehidupan masyarakat Makassar. Kehadiran ribuan orang dari berbagai latar belakang menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi di kota tersebut. Ini adalah bukti nyata bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan.
Menurut Munafri Arifuddin, penyelenggaraan festival tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Ramadhan. Tema yang diangkat, Harmony in Light, secara indah menggambarkan perpaduan cahaya lampion Cap Go Meh dengan cahaya spiritual Ramadhan, menciptakan suasana penuh makna dan persatuan.
Harmoni dalam Cahaya: Cap Go Meh dan Ramadhan
Cahaya lampion Cap Go Meh dan cahaya spiritual Ramadhan menjadi simbol kuat bahwa keberagaman dapat berjalan beriringan dalam semangat saling menghormati. Perpaduan visual dan spiritual ini menciptakan suasana unik yang hanya dapat ditemukan di Makassar, menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam merayakan perbedaan.
Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa Kota Makassar sejak dahulu dikenal sebagai kota yang terbuka dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman. Sejarah kota ini telah mencatat berbagai etnis dan agama hidup berdampingan, membangun fondasi toleransi yang kokoh.
Masyarakat Makassar secara konsisten hidup berdampingan dengan semangat saling menghormati, saling menghargai, dan saling menjaga satu sama lain. Nilai-nilai luhur inilah yang terus dipelihara agar Makassar tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua penduduknya, tanpa memandang suku, agama, atau tradisi.
Makassar: Kota Toleransi dan Persaudaraan Lintas Etnis
Pentingnya menjaga toleransi dan merawat kebersamaan dalam keberagaman ditekankan oleh Wali Kota Munafri Arifuddin. Suasana penuh kehangatan dan semangat persaudaraan lintas etnis dan agama menjadi ciri khas perayaan di Makassar. Hal ini mencerminkan komitmen kota untuk mempertahankan identitasnya sebagai pusat toleransi.
Festival Jappa Jokka Cap Go Meh bukan hanya sekadar perayaan budaya, melainkan telah menjelma menjadi simbol kuat persatuan masyarakat Kota Makassar. Acara ini secara nyata menunjukkan keberagaman yang menjadi kekuatan kota.
Kegiatan budaya ini menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan lintas etnis, agama, dan tradisi di Kota Makassar. Melalui interaksi dan perayaan bersama, ikatan sosial antarwarga semakin kokoh, memperkuat tenun kebangsaan di tingkat lokal.
Sumber: AntaraNews