Ribuan Umat Muslim Semarakkan Pawai Takbiran Mataram Sambut Idul Fitri 1447 H

Ribuan umat Muslim di Kota Mataram antusias mengikuti semarak Pawai Takbiran Mataram untuk menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah, menunjukkan indahnya toleransi antarumat beragama.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ribuan Umat Muslim Semarakkan Pawai Takbiran Mataram Sambut Idul Fitri 1447 H
Ribuan umat Muslim di Kota Mataram antusias mengikuti semarak Pawai Takbiran Mataram menyambut Idulfitri 1447 H, menunjukkan indahnya toleransi antarumat beragama di daerah ini. (AntaraNews)

Ribuan umat Muslim di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, membanjiri jalanan dalam kegiatan semarak pawai takbiran. Acara ini diselenggarakan untuk menyambut datangnya 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri 2026. Kegiatan meriah ini tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram.

Pawai takbiran akbar ini diikuti oleh 202 kafilah yang mewakili berbagai lingkungan dan remaja masjid. Setiap kafilah melibatkan ratusan warga, menciptakan lautan massa yang penuh semangat. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari partisipasi masif ini.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, menyatakan bahwa pelaksanaan pawai berjalan lancar dan aman. Acara ini tidak hanya menjadi simbol kegembiraan, tetapi juga cerminan kerukunan. Kota Mataram kembali menunjukkan wajah toleransinya yang kuat.

Pawai takbiran di Kota Mataram berhasil menarik partisipasi luar biasa dari ribuan umat Muslim. Sebanyak 202 kafilah tercatat mengikuti kegiatan ini, tersebar di enam kecamatan. Setiap kafilah terdiri dari ratusan warga, terutama remaja masjid dari lingkungan masing-masing.

Partisipasi kafilah sangat merata di seluruh wilayah kota. Kecamatan Ampenan menjadi penyumbang kafilah terbanyak dengan 50 peserta. Disusul oleh Selaparang dengan 38 kafilah, Sandubaya 32 kafilah, Mataram 27 kafilah, Cakranegara 27 kafilah, dan Sekarbela 28 kafilah.

Kehadiran ribuan peserta ini menegaskan semangat kebersamaan dalam menyambut hari kemenangan. Mereka berbondong-bondong merayakan malam takbiran dengan suka cita. Ini menjadi bukti nyata kekompakan masyarakat Mataram.

Setiap kafilah dalam Pawai Takbiran Mataram menampilkan berbagai hasil karya seni yang memukau. Miniatur masjid, Al-Quran, dan lampion menjadi daya tarik utama. Kreasi-kreasi ini menambah semarak suasana malam takbiran.

Sambil membawa karya seni, para peserta tak henti-hentinya menggemakan takbir, tasbih, dan tahmid. Gema suara syahdu ini memenuhi setiap sudut kota, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan lancar sesuai rencana.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, mengapresiasi kelancaran acara ini. Ia menyoroti bagaimana pawai takbiran ini bukan hanya perayaan keagamaan. Namun juga ajang menampilkan kreativitas dan kekompakan warga Mataram.

Salah satu poin paling menonjol dari Pawai Takbiran Mataram adalah partisipasi umat beragama lain. Khususnya di Kecamatan Cakranegara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Mereka bahkan turut serta dalam parade terdepan.

Kondisi ini secara jelas mencerminkan harmoni masyarakat di Kota Mataram yang patut dicontoh. Warga saling mendukung, mentoleransi, dan menghargai perbedaan keyakinan. Mataram telah lama dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama.

Toleransi ini bukan hanya terjadi pada pawai takbiran saja. Sebelumnya, Mataram juga menyaksikan perayaan Imlek yang berdekatan dengan awal puasa. Kemudian pawai ogoh-ogoh dan tapa brata penyepian di bulan Ramadhan. Ini semua menjadi bukti nyata kerukunan yang terus terpelihara.

  • Kecamatan Sandubaya: 32 kafilah
  • Kecamatan Mataram: 27 kafilah
  • Kecamatan Ampenan: 50 kafilah
  • Kecamatan Selaparang: 38 kafilah
  • Kecamatan Cakranegara: 27 kafilah
  • Kecamatan Sekarbela: 28 kafilah

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi