Budi Arie Klarifikasi Skema Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih, Tak Semua dapat Rp3 Miliar
Budi Arie menegaskan, pinjaman di atas Rp3 miliar masih dimungkinkan, tergantung kelayakan dan potensi usaha koperasi desa tersebut.
Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menjelaskan, skema pinjaman untuk program Koperasi Desa Merah Putih tidak bersifat seragam sebesar Rp3 miliar. Menurutnya, jumlah pinjaman disesuaikan dengan proposal bisnis dan kebutuhan riil masing-masing desa.
"Oh itu nanti. Jadi gini loh, itu banyak kesalahpahaman, semua dikasih pinjaman sama. Kamu, misalnya Rp3 miliar, enggak. Sesuai proposal bisnis. Sesuai potensi desa masing-masing," ujar Budi Arie di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (12/6).
Budi Arie mencontohkan jika kebutuhan koperasi hanya Rp1,5 miliar, maka pinjamannya sebesar itu, begitu pula jika ada yang memerlukan Rp2 miliar.
"Misalnya saya cuma perlunya Rp1,5 (miliar). Jadi kasih Rp1,5. Kamu, saya perlunya Rp2 miliar. Kasih Rp2 miliar," ucapnya.
Ia menegaskan, pinjaman di atas Rp3 miliar masih dimungkinkan, tergantung kelayakan dan potensi usaha koperasi desa tersebut.
"Kami perlunya Rp10 miliar, Pak. Ya kalau dimungkinkan kenapa enggak bisa? Yang penting tadi saya bilang, program ini mendekatkan akses modal ke desa ke masyarakat terbawah," tegas eks Menkominfo itu.
Diketahui, pemerintah menargetkan membentuk 80.000 Koperasi Desa Merah Putih tahun ini. Setiap koperasi dirancang untuk bisa mendapat suntikan modal dengan plafon maksimal Rp3 miliar, dan tenor atau jangka pinjaman selama 6 tahun.