BPOM dan IPB University Perkuat Budaya Keamanan Pangan hingga Pelosok Desa
BPOM berkolaborasi dengan IPB University menggelar KKN Tematik Keamanan Pangan, memberdayakan mahasiswa sebagai agen perubahan untuk menguatkan budaya keamanan pangan hingga pelosok desa di Indonesia.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) University meluncurkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan. Inisiatif ini bertujuan mendorong peran strategis mahasiswa dalam menguatkan budaya keamanan pangan hingga pelosok desa. Program ini diharapkan mampu menciptakan desa yang lebih sehat dan sejahtera melalui edukasi serta pendampingan.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa mahasiswa akan menjadi mitra edukasi dan pendamping bagi masyarakat serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan keamanan pangan yang masih besar di Indonesia. Permasalahan seperti stunting dan peredaran pangan berbahaya masih menjadi fokus utama yang harus diatasi.
KKN Tematik Keamanan Pangan ini merupakan bagian dari KKN Inovasi IPB yang berlangsung 40 hari, mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026. Sebanyak 3.679 mahasiswa dari 39 program studi dan 12 fakultas akan diterjunkan ke 42 kabupaten/kota, 133 kecamatan, dan 450 desa/kelurahan. Khusus KKN Tematik Keamanan Pangan BPOM dan IPB, akan dilaksanakan di 20 lokasi di Kabupaten Bogor.
Peran Strategis Mahasiswa dalam Menguatkan Budaya Keamanan Pangan
Mahasiswa memiliki tiga peran utama dalam KKN Tematik Keamanan Pangan ini, yaitu sebagai kader keamanan pangan, fasilitator, dan pemberdaya. Sebagai kader, mereka akan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keamanan pangan dan cara mengidentifikasi produk yang aman. Peran ini krusial untuk meningkatkan kesadaran kolektif di tingkat desa.
Sebagai fasilitator, mahasiswa akan mendampingi UMKM pangan desa agar mampu menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB). Pendampingan ini penting agar UMKM dapat memenuhi standar dan siap memperoleh izin edar produknya. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga daya saing ekonomi lokal.
Selain itu, mahasiswa juga akan membentuk dan memberdayakan kader keamanan pangan desa agar masyarakat mampu menjaga keamanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui peran tersebut, diharapkan pengetahuan masyarakat desa tentang keamanan pangan tidak hanya meningkat, tetapi juga mendorong pengembangan UMKM pangan di desa. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian pangan.
Tantangan Keamanan Pangan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Taruna Ikrar menjelaskan bahwa tantangan keamanan pangan di Indonesia masih sangat besar, menghambat upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Permasalahan seperti stunting dan peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Penyakit bawaan pangan juga menyebabkan kerugian ekonomi yang mencapai puluhan bahkan ratusan triliun rupiah setiap tahun.
Kondisi ini menunjukkan bahwa isu keamanan pangan bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa. BPOM menyadari bahwa mereka tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan pangan hingga seluruh pelosok Indonesia. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi menjadi sangat penting.
Penguatan kolaborasi Academia-Business-Government (ABG) menjadi salah satu strategi utama BPOM untuk memperluas jangkauan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. KKN Tematik Keamanan Pangan ini adalah contoh nyata dari sinergi tersebut, memanfaatkan potensi akademisi dan mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dan institusi pendidikan dalam mengatasi masalah nasional.
Membangun Kemandirian Masyarakat Melalui Edukasi dan Pendampingan
Program KKN ini diharapkan dapat menjadi ruang pengabdian yang menjadikan ilmu pengetahuan bermanfaat dalam menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya pintar berteori, tetapi juga tangguh dalam mencari dan melaksanakan solusi konkret. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Deni Noviana, menekankan bahwa KKN bukan sekadar program akademik untuk memenuhi satuan kredit semester (SKS). Lebih dari itu, KKN adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi berdasarkan ilmu pengetahuan. Ini adalah jembatan antara teori di kampus dan praktik di lapangan.
Melalui KKN Tematik Keamanan Pangan, masyarakat desa akan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola pangan secara aman dan higienis. Pendampingan UMKM juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews