Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persagi atas Percepatan Penurunan Stunting Jawa Timur

Gubernur Khofifah Indar Parawansa kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan dari Persagi berkat keberhasilannya dalam Percepatan Penurunan Stunting Jawa Timur hingga 14,7 persen pada 2024, membuat pembaca penasaran akan kunci suksesny

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persagi atas Percepatan Penurunan Stunting Jawa Timur
Gubernur Khofifah Indar Parawansa kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan dari Persagi berkat keberhasilannya dalam Percepatan Penurunan Stunting Jawa Timur hingga 14,7 persen pada 2024, membuat pembaca penasaran akan kunci suksesny (AntaraNews)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima penghargaan bergengsi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) pada Sabtu, 4 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan beliau dalam Percepatan Penurunan Stunting Jawa Timur. Keberhasilan ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan prevalensi stunting terendah di Pulau Jawa dan terbaik kedua secara nasional.

Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen kuat Gubernur Khofifah dalam menekan angka prevalensi stunting di wilayahnya. Melalui berbagai inovasi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor yang efektif, Jawa Timur mampu mencapai penurunan signifikan. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan provinsi, tetapi juga harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia.

Prevalensi stunting di Jawa Timur berhasil turun dari 17,7 persen pada tahun 2023 menjadi 14,7 persen pada tahun 2024, menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Angka ini menunjukkan progres luar biasa dalam upaya peningkatan kualitas hidup generasi mendatang. Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur dan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian ini.

Penurunan prevalensi stunting di Jawa Timur hingga 14,7 persen pada tahun 2024 adalah hasil yang patut dibanggakan. Angka ini menempatkan provinsi tersebut pada posisi terdepan dalam penanganan stunting di tingkat regional. Jawa Timur kini menjadi provinsi dengan prevalensi stunting terendah di Pulau Jawa.

Secara nasional, capaian ini juga sangat signifikan, menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi terbaik kedua setelah Bali. Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menjadi bukti konkret dari keberhasilan program-program yang telah dijalankan. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan pemerintah provinsi.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penghargaan dari Persagi ini adalah apresiasi untuk semua pemangku kepentingan. Seluruh pihak yang memiliki komitmen sama dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Jawa Timur turut berkontribusi. Ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama.

Keberhasilan Jawa Timur dalam Percepatan Penurunan Stunting Jawa Timur adalah buah dari sinergi berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Banyak pihak yang bekerja sama dan bergandengan tangan untuk mencapai target ini. Kolaborasi ini melibatkan berbagai instansi pemerintah daerah.

Beberapa di antaranya adalah Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, TP PKK Jatim, BKKBN, DP3AK, dan Perindag. Keterlibatan aktif dari berbagai dinas ini memastikan penanganan stunting dilakukan secara komprehensif. Setiap instansi memberikan kontribusi sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

Sinergi ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program-program pencegahan stunting. Pendekatan multisektoral ini terbukti efektif dalam mengatasi masalah stunting yang kompleks. Seluruh elemen masyarakat juga turut dilibatkan dalam upaya ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya mengandalkan kolaborasi, tetapi juga mengembangkan sejumlah inovasi. Inovasi-inovasi ini dirancang untuk memberikan dampak maksimal dalam pencegahan stunting. Langkah-langkah proaktif ini menjadi bagian penting dari strategi menyeluruh.

Beberapa inovasi yang telah diterapkan meliputi konseling dari pintu ke pintu untuk masyarakat. Ada juga pendampingan khusus bagi ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis. Program Jawa Timur Tanggap Terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting juga menjadi salah satu unggulan.

Selain itu, pemerintah memberikan pembekalan komprehensif kepada calon pengantin sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Langkah antisipatif ini bertujuan agar calon pengantin memahami pentingnya gizi. Mereka diharapkan dapat menjaga dan mencegah stunting bahkan sebelum kehamilan terjadi.

Gubernur Khofifah turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada Persagi atas penghargaan yang diberikan. Beliau menekankan pentingnya peran profesi ahli gizi dalam menyukseskan program pemerintah. Khususnya, dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ahli gizi memiliki peran krusial.

Ahli gizi menjadi ujung tombak dalam memastikan kualitas dan kandungan gizi setiap menu yang disajikan. Pengawasan ketat dari tenaga ahli gizi menjamin mutu sajian tetap terjaga. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berada di bawah pengawasan ahli gizi yang kompeten dan terverifikasi.

Keberadaan sumber daya manusia yang kompeten seperti ahli gizi sangat penting seiring bertambahnya jumlah SPPG. Hal ini memastikan manfaat Program MBG dapat diterima masyarakat secara optimal. Gubernur berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat sinergi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi