BNPB: 9 Jenazah Ditemukan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Evakuasi Dilanjutkan
Menurut Suharyanto, temuan itu merupakan hasil kerja tim gabungan hingga Jumat malam, 3 Oktober 2025.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto menyebut bahwa pihaknya telah menemukan sebanyak 9 jenazah dari reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Suharyanto, temuan itu merupakan hasil kerja tim gabungan hingga Jumat malam, 3 Oktober 2025.
"Kemarin pada saat konferensi pers saya katakan per kemarin itu ditemukan dua. Dua yang sudah diidentifikasi, kemudian yang satu yang baru ditemukan. Nah per hari ini sampai tadi malam sudah ditemukan enam jenazah. Jadi dengan kemarin ada sembilan," kata Suharyanto dalam konferensi pers dalam siaran langsung YouTube @BNPB Indonesia, Sabtu (4/10).
Ia menjelaskan, proses identifikasi tidak dapat dilakukan secara cepat karena sebagian besar korban adalah anak-anak yang belum memiliki data identitas resmi.
"Kesulitannya adalah korban-korban ini masih anak-anak, belum punya KTP, belum pernah disidik jari. Sehingga salah satu caranya adalah dengan pemeriksaan DNA," jelasnya.
Kondisi Jenazah
Selain faktor usia, kondisi jenazah yang sudah tiga hari berada di bawah reruntuhan juga membuat pengenalan secara visual semakin sulit dilakukan.
"Tanda-tanda pengenalan secara visual sudah banyak berubah, jadi prosesnya memang memerlukan waktu,” kata Suharyanto.
Suharyanto menyampaikan, hingga hari keenam pasca-kejadian, tim gabungan dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah masih terus bekerja selama 24 jam. Proses pencarian kini difokuskan pada pembersihan material bangunan menggunakan alat berat untuk mempercepat evakuasi.
"Tim sudah mengidentifikasi titik-titik yang dimungkinkan ada korban. Setelah dibersihkan secara masif, mudah-mudahan hari ini akan ada lagi yang ditemukan," ucapnya.