25 Jenazah Korban Ambruk Musala Al Khoziny Belum Teridentifikasi
Tim telah menerima total 67 kantong jenazah, di mana 40 di antaranya sudah berhasil dikenali, sementara 25 lainnya masih dalam tahap identifikasi.
Proses identifikasi korban runtuhnya bangunan empat lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. Hingga saat ini, tim telah menerima total 67 kantong jenazah, di mana 40 di antaranya sudah berhasil dikenali, sementara 25 lainnya masih dalam tahap identifikasi.
Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki, mengatakan bahwa tim bekerja tanpa henti untuk mencocokkan data ante mortem dan post mortem.
“Kami memastikan setiap identitas yang keluar benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Tim terus bekerja siang malam,” ujarnya.
Di sisi lain, Kabid DVI Dokkes Mabes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidajati, menegaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh tanpa target waktu tertentu.
“Kami tidak memasang target. Semua jenazah, kantong jenazah, maupun bagian tubuh akan kami identifikasi satu per satu. Tidak ada yang akan terlewat,” tegas Wahyu.
Tunggul Hasil Tes DNA
Saat ini, tim DVI masih menunggu hasil uji DNA dari laboratorium di Jakarta. “Biasanya hasil uji DNA keluar dalam waktu tiga hingga lima hari. Kami berharap proses berikutnya bisa berjalan lebih cepat,” tambah Wahyu.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan kelancaran proses identifikasi. “Kami tidak hanya bekerja cepat, tapi juga harus tepat. Setiap nama yang teridentifikasi adalah satu nyawa yang harus dipulangkan dengan penuh hormat,” ujarnya.
Diketahui, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan empat lantai Ponpes Al Khoziny roboh saat para santri sedang melaksanakan salat Asar di lantai satu. Akibat insiden itu, puluhan santri tertimbun reruntuhan.