BMKG Ingatkan Waspada Hujan Lebat di Kaltim Utara dan Barat Selama Januari 2026
BMKG merilis prakiraan hujan Kaltim Januari 2026, khususnya di wilayah utara dan barat, dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Waspadai bencana hidrometeorologi yang mengintai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda memprakirakan potensi hujan sedang di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) bagian utara hingga barat. Prakiraan ini berlaku selama Dasarian II, yaitu periode 11-20 Januari 2026, dengan peluang hujan mencapai 80 persen.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini menyusul potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi akibat curah hujan tinggi yang diprediksi.
Bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai meliputi banjir, luapan sungai, jalan licin, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Hujan deras berpotensi disertai angin kencang dan petir, sehingga peringatan dini ini sangat penting bagi keselamatan warga dan pihak terkait.
Wilayah Terdampak dan Potensi Curah Hujan di Kaltim
BMKG telah mengidentifikasi beberapa wilayah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Timur. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kota Bontang, Kabupaten Mahakam Ulu, dan Kutai Barat. Selain itu, sebagian wilayah Kutai Kartanegara bagian barat dan sebagian kecil Kutai Timur bagian barat juga termasuk dalam daftar peringatan ini.
Prakiraan potensi curah hujan Dasarian II Januari 2026 menunjukkan perbedaan signifikan antar wilayah di Kaltim. Wilayah Kaltim bagian timur hingga selatan diprediksi mengalami curah hujan rendah, antara 0-50 milimeter (mm). Peluang hujan di area ini diperkirakan lebih dari 70 persen, mengindikasikan intensitas yang tidak terlalu tinggi.
Sebaliknya, wilayah Kaltim bagian utara hingga barat diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah. Angka curah hujan di sana diperkirakan antara 50-150 mm. Peluang hujan di wilayah ini bahkan mencapai lebih dari 80 persen, menandakan kemungkinan besar terjadinya hujan dengan intensitas tersebut.
Analisis Deterministik dan Sifat Hujan BMKG
Berdasarkan prakiraan deterministik curah hujan pada Dasarian II Januari, sebagian besar Kaltim diprediksi mengalami curah hujan rendah hingga menengah. Curah hujan berkisar antara 20-50 mm untuk kategori rendah dan 50-150 mm untuk kategori menengah. Analisis ini memberikan gambaran lebih rinci mengenai distribusi hujan yang diharapkan di berbagai daerah.
Sementara itu, prakiraan deterministik sifat hujan menunjukkan variasi di seluruh Kaltim dalam periode yang sama. Sebagian besar wilayah diprediksi memiliki sifat hujan normal, yaitu antara 85-115 persen dari rata-rata historis. Namun, ada juga wilayah dengan sifat hujan bawah normal, antara 50-84 persen, yang berarti curah hujan lebih rendah dari biasanya.
Menariknya, sebagian kecil wilayah di Kabupaten Kutai Timur bagian barat diprediksi mengalami sifat hujan kategori atas normal. Angka ini menunjukkan curah hujan antara 116-150 persen dari kondisi normal. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus mengingat potensi dampak yang lebih besar akibat kelebihan curah hujan.
Pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) di Kaltim
BMKG juga melakukan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian I Januari 2026 untuk melengkapi data iklim. Meskipun secara umum wilayah Kaltim mengalami hujan, terdapat beberapa wilayah yang dalam beberapa hari tidak terjadi hujan.
Sejumlah wilayah di Kaltim mengalami HTH dengan kategori sangat pendek, yakni 1-5 hari, hingga kategori pendek, 6-10 hari. Data ini menunjukkan variasi durasi tanpa hujan di berbagai lokasi, memberikan gambaran detail tentang kondisi hidrologi regional.
HTH terpanjang tercatat di Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, dengan durasi 6 hari tanpa hujan. Informasi ini melengkapi gambaran iklim regional dan membantu dalam mitigasi risiko kekeringan, meskipun secara keseluruhan Kaltim sedang dalam periode hujan.
Sumber: AntaraNews