Alasan Rayen Pono Polisikan Ahmad Dhani Meski Sudah Disanksi MKD
Rayen pun memutuskan untuk tetap menempuh jalur hukum atas dugaan penghinaan yang dilakukan Ahmad Dhani.
Musisi Rayendie Rohy Pono atau dikenal dengan nama Rayen Pono tidak puas dengan sanksi oleh Majelis Kehormatan Dewan (MKD) kepada anggota DPR Ahmad Dhani setelah dinyatakan menghina marga Pono yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rayen pun memutuskan untuk tetap menempuh jalur hukum atas dugaan penghinaan yang dilakukan Ahmad Dhani.
"Buat kami permintaan maaf itu enggak exist ya karena memang permintaan maaf yang lahir dari penyesalan dan rasa bersalah itu gak pernah ada. Jadi apapun permintaan maaf yang ada di media itu kami gak tahu dan kami selalu sepakat bahwa permintaan maaf itu tidak pernah ada dan permintaan maaf itu tidak pernah menggagalkan proses hukum, Itulah alasan kami melanjutkan," kata Rayen di Polda Metro Jaya, Kamis (15/5).
Baginya pernyataan maaf Ahmad Dhani bak angin lalu yang semestinya sudah diucapkan sebelum menjadi polemik. Terlebih dia merasa bukan hanya dirinya saja merasa terhina, seluruh keluarganya juga ikut merasakan.
"Jadi dengan kasus ini kita percaya bahwa penghormatan itu adalah untuk siapapun, sekalipun keluarga saya di kampung, orang kecil, sekalipun saya juga yang tidak sebesar siapapun gitu, beliau gitu, termasuk Ahmad Dhani, tetap harus dihormati," tegas dia.
Rayen menyoroti sanksi yang dijatuhkan MKD terhadap musisi Band Dewa 19 itu tidak sepadan. Dia masih kukuh Ahmad Dhani hars tetap diproses secara hukum.
"Sebenernya sanksi yanh kita mau juga subjektif juga sebenernya tapi bukan permintaan maaf, karena terlalu receh kan, jadi jangan lagi ada kita diframe permintaan maaf, enggak," katanya.
"Framingnya adalah pertanggungjawaban hukum ketika semua berkas memenuhi unsur sudab diperiksa segala macam, jadi kalah ahamad dhani dipanggil jangan lari," Rayen menandaskan.
Ahmad Dhani Sudah Minta Maaf
Ahmad Dhani telah meminta maaf atas pelanggaran kode etik karena diduga melakukan penghinaan terhadap marga Pono.
"Saya sebagai anggota DPR RI dan Fraksi Gerinda ingin mengucapkan permintaan maaf kepada pihak, semua pihak. Khususnya yang melaporkan soal hal-hal yang sudah dilaporkan," kata Dhani di Gedung MKD DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5).
Dhani mengaku hanya salah ucap hingga akhirnya ada marga yang tersinggung. "Saya sebagai anggota DPR meminta maaf kepada pelapor dan juga meminta maaf atas segala macam, eh satu macam slip of the tongue, Salah mengucapkan sehingga ada salah satu marga darah biru yang marah tidak terima," tuturnya.
Dhani mengatakan, seumur hidupnya dia tidak pernah menistakan marga. Dia juga tak membeda-bedakan marga darah biru maupun tidak.
"Seumur hidup saya, dari lahir sampai umur 53 tahun, saya tidak pernah merendahkan menistakan marga, meskipun yang bukan darah biru pun saya tidak pernah merendahkan apalagi yang darah biru gitu ya," tuturnya.