Daripada Ahmad Dhani Minta Maaf, Rayen Pono Minta Sang Musisi Hadapi Poses Hukum Secara Jantan
Rayen Pono tegas dalam keputusan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
Rayen Pono menegaskan tidak menerima komunikasi lebih lanjut dari musisi Ahmad Dhani setelah meminta maaf terkait tuduhan penghinaan. Saat ini, Ahmad Dhani menjabat sebagai anggota DPR RI dan sebelumnya telah disidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) . Dalam sidang etik tersebut Ahmad Dhani terbukti melanggar kode etik, termasuk dugaan penghinaan yang dilaporkan Rayen.
Dalam penjelasannya, Rayen Pono mengungkapkan Ahmad Dhani sempat menghubunginya melalui pesan WhatsApp. Namun, alih-alih meminta maaf, Dhani justru memberitahukan tentang kesalahan penulisan namanya di stasiun televisi, yang sebenarnya sudah diselesaikan.
"Nggak ada (menghubungi). Ahmad Dhani itu terakhir WA saya itu, saya ulang ya biar semua clear ya, terakhir WA saya itu terkait ada kesalahan Kompas TV menulis nama saya di running text berita. Dari Ryan Pono menjadi Ryan Pohon, dan itu sudah diklarifikasi sama pihak Kompas TV, dan meminta maaf secara langsung by chat WA dan saya sudah nganggap clear," ujar Rayen Pono di Polda Metro Jaya, Kamis (15/4).
Ia menambahkan pesan Dhani yang menyertakan tangkapan layar kesalahan tersebut menunjukkan Dhani tidak menganggap serius situasi ini.
"Dhani dengan capture-an itu Rayen Pohon ini dia WA saya, dia bilang, 'Bro ini TV kurang ajar ini harus dituntut juga'. Secara enggak langsung itu bentuk dari ngenye juga ya, dan dia tidak pernah menganggap semua ini serius dan saya nggak bales," sambung Rayen Pono.
Tempuh Jalur Hukum
Rayen teguh dengan keputusan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Ia meyakini apapun hasil yang akan diperoleh, semua itu merupakan wewenang pihak berwajib.
"Proses hukum saja, proses hukum. Apapun hasil yang ditentukan oleh hukum, itu adalah kewenangan dari penegak hukum. Namun yang terpenting adalah, kami ingin semua ini berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada," ujarnya.
Hadapi Kasus Hukum dengan Jantan
Rayen mengharapkan agar Dhani bersikap kooperatif ketika dipanggil pihak penyidik terkait dengan laporannya. Ia meminta Dhani untuk hadir tanpa alasan apapun yang dapat dijadikan alasan untuk tidak hadir.
"Saya tagih gentleman-nya itu, kejantanannya itu. Termasuk nanti kalau dipanggil pihak penyidik harus hadir, jangan nggak hadir. Jangan dengan narasi apapun tidak hadir. Semua harus dihadapi dengan jantan," katanya.
Tidak Selesai dengan Minta Maaf
Rayen lebih lanjut menekankan mengenai permintaan maaf yang disampaikan Dhani setelah menjalani sidang di MKD. Ia mengungkapkan pandangannya yang berbeda terkait sikap Dhani, yang dianggap telah menghina keluarganya.
"Sebenernya sanksi yang kita mau juga subjektif juga, tapi bukan permintaan maaf karena terlalu receh kan. Jadi jangan lagi ada kita diframe permintaan maaf, nggak, sudah lewat fase itu. Kalau merasa tidak bersalah, buktikan," ucap Rayen Pono.
Dalam pandangan Rayen, permintaan maaf yang diberikan Dhani tidak cukup untuk menyelesaikan masalah yang ada. Ia merasa tindakan tersebut terlalu sepele dan tidak memberikan efek yang signifikan.
"Kita tidak ingin terjebak dalam situasi di mana permintaan maaf dianggap sebagai solusi, karena ini sudah melampaui batas," tambahnya.
Rayen menegaskan seharusnya Dhani dapat membuktikan ketidakbersalahannya jika merasa tidak bersalah, alih-alih hanya mengandalkan permintaan maaf yang dianggapnya tidak memadai.