Pemerintah pusat bergerak cepat merespons musibah kebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Presiden Prabowo Subianto mengutus Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, untuk meninjau langsung kondisi para pengungsi di lokasi penampungan.
Kedatangan Juri pada Selasa (2/6) malam tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan langsung dari pihak istana.
Langkah ini diambil setelah kebakaran besar menghanguskan rumah tinggal warga pada Senin (1/1) malam, yang berdampak pada ratusan keluarga.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, tercatat ada ratusan kepala keluarga yang terpaksa kehilangan tempat tinggal akibat amukan si jago merah.
"Ya, selamat malam semuanya. Jadi, saya kebetulan diminta oleh Pak Presiden itu datang di lokasi musibah kebakaran di Kemayoran ini untuk menyampaikan, mewakili pemerintah, menyampaikan duka dan keprihatinan ya atas musibah yang dialami oleh warga Kemayoran ini," kata Juri kepada wartawan di lokasi pengungsian Kebakaran, Kemayoran, Jakarta, Selasa (2/6).
"Warga Jiung, Kemayoran Yang tadi malam mengalami musibah kebakaran. 354 kepala keluarga yang terdampak atau terkena musibah kebakaran," sambungnya.
Kehadiran perwakilan pihak istana ini menjadi bentuk kepedulian konkret dari pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan darurat para korban di tenda pengungsian.
Juri menegaskan, pemerintah ingin melihat langsung kondisi riil para pengungsi guna menentukan langkah penanganan serta bantuan lanjutan yang diperlukan.
Bawa Bantuan Uang dan Sembako
Dalam kunjungan tersebut, ia juga membawa amanah khusus dari kepala negara berupa paket bantuan yang diserahkan langsung kepada warga terdampak.
"Jadi, pemerintah menyampaikan keprihatinan dan ingin melihat secara langsung seperti apa kebakaran ini dan apa yang bisa dibantu oleh pemerintah. Jadi insyaallah saya akan menyampaikan amanah dari Pak presiden, menyampaikan bantuan Presiden dalam bentuk ya bingkisan kepada para korban ya, atau yang mengalami kebakaran," ungkapnya.
Bantuan yang disiapkan oleh pemerintah pusat dipastikan menyasar seluruh kepala keluarga yang terdata agar meringankan beban mereka pascabencana.
Terkait jenis bantuan yang dibawa, Juri memaparkan, pihak istana telah menyiapkan dua skema penanganan darurat untuk memenuhi kebutuhan warga.
Skema bantuan tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan logistik pokok harian serta dukungan finansial langsung bagi setiap kepala keluarga yang kehilangan harta benda.
"Eh, bantuan, bingkisan dari Presiden, bantuan pemerintah itu ada dua. Ada dalam bentuk uang dan dalam bentuk sembako. Uangnya? Untuk setiap kepala keluarga," jelas Juri saat ditanya mengenai isi bantuan.
Kendati demikian, pihak Istana memilih untuk tidak mempublikasikan secara rinci mengenai besaran nominal uang tunai yang diberikan kepada masing-masing keluarga.
"Nanti tanya ke warga ya, nanti akan saya serahkan langsung," tuturnya singkat saat dikonfirmasi mengenai besaran anggaran bantuan darurat tersebut.
Advertisement
Bawwa Bantuan Sembako hingga Uang
Untuk isi sembako itu seperti beras, teh, susu, kopi dan lain sebagainya. Kemudian, untuk nominal uang yang diberikan yakni berjumlah Rp5 juta per kepala keluarga.
Selain membawa bantuan fisik dan finansial, kehadiran Juri juga membawa pesan moral serta salam hangat dari Presiden untuk menyemangati para korban.
Advertisement
Stimulan
Pemerintah berharap bantuan stimulan ini dapat membantu warga Kemayoran melewati masa-masa sulit selama berada di posko pengungsian sementara.
"Ya, pesan Pak Presiden, ee nampak kami diutus ke sini ya menyampaikan tadi ee keprihatinan ya atas musibah ini dan menyampaikan salam untuk warga di sini dan sedikit oleh-oleh dari pemerintah untuk warga yang terkena musibah," pungkasnya.