Akhir Pelarian Eks Anggota DPRD Palembang Penusuk Mantan Istri
MSZ diamankan di tempat pelariannya di Banten pada Minggu (2/4) dan langsung dibawa ke Palembang untuk ditahan.
Setelah buron selama satu bulan, mantan anggota DPRD Palembang berinisial MSZ akhirnya berhasil ditangkap polisi. Pria tersebut menusuk mantan istrinya, PW (40), secara brutal hingga nyaris tewas.
MSZ diamankan di tempat pelariannya di Banten pada Minggu (2/4) dan langsung dibawa ke Palembang untuk ditahan.
"Benar, pelaku sudah diamankan di Banten kemarin, sudah kita tahan," ungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Senin (21/4).
Cinta Tak Berbalas dan Cemburu
Berdasarkan pemeriksaan awal, motif penyerangan berakar dari keinginan tersangka untuk kembali rujuk dengan korban, namun ditolak. MSZ mengaku masih mencintai PW dan tidak ingin wanita itu jatuh ke pelukan pria lain.
"Motifnya karena masih cinta, tersangka tidak ingin korban jatuh hati ke orang lain, dia cemburu. Tapi korban tidak mau lagi rujuk, di situ tersangka kesal," jelas Harryo.
Harryo menegaskan bahwa aksi pelaku tergolong penganiayaan berat dan sangat membahayakan korban yang merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN). Akibat kejadian ini, korban menderita sepuluh luka tusukan dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
"Kita kenakan pasal penganiayaan berat," ujar Harryo.
Kronologi
Insiden tragis ini terjadi saat korban sedang berada di rumah kerabatnya di Kelurahan 15 Ulu, Jakabaring, Palembang, pada Rabu (19/3). Kejadian tersebut viral di media sosial karena memperlihatkan korban dalam kondisi kritis terbaring di rumah sakit.
MSZ datang untuk membujuk PW agar mau rujuk. Namun, setelah ditolak, keduanya terlibat cekcok. Tersangka lalu mencabut pisau dari balik jaketnya dan menusuk korban berulang kali.
Dalam keadaan luka parah, korban berhasil menyelamatkan diri dan mengendarai mobil ke rumah sakit. Ia mengalami luka tusuk di bagian perut, punggung, dada, dan tangan.
Diketahui, Muhammad Sukri Zen alias MSZ adalah mantan anggota DPRD Palembang dari Partai Gerindra. Ia sebelumnya juga dipecat dari partai akibat terlibat kasus penganiayaan terhadap perempuan saat sedang mengisi bahan bakar di SPBU beberapa tahun lalu.