Trump Duga Pelaku Upaya Penembakan Aktor Tunggal
Trump mengaku hal tersebut bukan ranahnya untuk memastikan. Namun ia berpendapat pelaku aktor tunggal.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menduga pelaku penembakan dalam insiden di acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih bertindak seorang diri.
Saat ditanya apakah pelaku merupakan aktor tunggal, Trump mengaku hal tersebut bukan ranahnya untuk memastikan.
Namun, ia menegaskan aparat keamanan tengah bekerja secara profesional menangani kasus tersebut.
“Kesannya, dia adalah pelaku tunggal,” ujar Trump dikutip BBC, Minggu (26/4/2026).
Ia juga menyebut pelaku sebagai individu yang “sangat bermasalah” dan orang-orang seperti itu harus ditangani dengan serius.
Dalam kesempatan yang sama, Trump menegaskan kekhawatirannya terhadap segala bentuk kekerasan, tidak hanya yang bermotif politik.
Presiden Profesi Berbahaya
Ia kemudian membandingkan risiko yang dihadapi seorang presiden dengan profesi berbahaya lainnya, seperti pembalap mobil atau penunggang banteng.
Menurutnya, posisi sebagai kepala negara memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi.
“Saya rasa tidak banyak profesi yang lebih berbahaya daripada menjadi presiden,” katanya.
Trump juga menyebut sekitar 5,8 persen presiden Amerika Serikat pernah menjadi sasaran penembakan.
Sebagai panglima tertinggi, lanjut Trump, seorang presiden harus siap menghadapi risiko tersebut.
Dalam pernyataannya, ia juga sempat menyinggung Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang berada di dekatnya.
Trump berkelakar bahwa jika sejak awal mengetahui besarnya risiko tersebut, mungkin ia tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden.
Rubio sendiri pernah menjadi kandidat dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik pada 2016 sebelum akhirnya mundur setelah Trump mengamankan nominasi partai.