Banyak Kejanggalan, Netizen Ramai Sebut Penembakan Trump di Gedung Putih Rekayasa
Dalam acara jamuan makan malam di Gedung Putih kemarin yang dihadiri Presiden AS Donald Trump terjadi insiden penembakan.
Jika Anda pernah menonton serial populer House of Cards, salah satu momen paling mencolok adalah ketika Presiden AS fiksi Frank Underwood memerintahkan perang untuk mengalihkan perhatian dari tekanan politik yang meningkat — langkah klasik saat seorang pemimpin berada di bawah tekanan.
Para kritikus Presiden AS Donald Trump kini menarik paralel serupa. Mereka mengklaim bahwa Trump melancarkan perang terhadap Iran saat berada di bawah sorotan terkait berkas Epstein.
Dalam konteks itu, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di acara makan malam koresponden Gedung Putih di Washington, yang dihadiri Trump. Meskipun Presiden dalam keadaan aman, para kritikus memperkuat klaim bahwa insiden tersebut “direkayasa” untuk meningkatkan dukungan terhadap rencana pembangunan ballroom di dekat Gedung Putih yang saat ini menghadapi penolakan hukum.
Reaksi Netizen
Setelah insiden penembakan tersebut, Trump menyerukan pembangunan ballroom besar yang aman dan terlindungi di kompleks Gedung Putih.
“Apa yang terjadi tadi malam adalah alasan yang tepat mengapa militer kita yang hebat, Secret Service, penegak hukum dan, dengan alasan berbeda, setiap Presiden selama 150 tahun terakhir, TELAH MENUNTUT agar sebuah Ballroom besar, aman, dan terlindungi dibangun DI DALAM AREA GEDUNG PUTIH,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seperti dilansir News18, Senin (27/4).
Bagaimana Reaksi Netizen?
Tagar #Staged mulai menjadi tren di media sosial setelah insiden tersebut, dengan pengguna membagikan reaksi sekaligus mendorong teori konspirasi.
Seorang pengguna bernama “Scarry Larry” menuduh bahwa selama dugaan “upaya pembunuhan” tersebut, Pete Hegseth terlihat berjalan dari meja ke meja mencari minuman yang belum habis.
Kerap Menyerang Media
Pengguna lain di X, “YourAnonCentral”, menyoroti reaksi Donald Trump terhadap suara tembakan serta ketakutan yang terlihat pada Melania Trump, dengan klaim bahwa seluruh kejadian itu direkayasa “demi sebuah ballroom”.
White House Correspondents’ Association mengundang Donald Trump ke gala tahunannya tahun ini meskipun ia kerap menyerang media, menandai kehadiran pertamanya sebagai presiden setelah bertahun-tahun memboikot acara tersebut. Acara ini biasanya mempertemukan jurnalis dan elit politik Washington untuk menggalang dana beasiswa dan penghargaan.
The Washington Post melaporkan bahwa pemerintahan Trump memberikan tingkat keamanan yang lebih rendah untuk makan malam koresponden Gedung Putih dibandingkan dengan acara lain yang melibatkan pejabat tinggi.
Memicu Teori Konspirasi
Insiden penembakan di acara tersebut kemudian memicu berbagai teori konspirasi di dunia maya. Beberapa pengguna membandingkannya dengan peristiwa sebelumnya beberapa bulan sebelum pemilu AS, ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dalam sebuah rapat umum di Pennsylvania, yang menyebabkan Trump mengalami luka ringan di telinga dan menewaskan seorang peserta. Serangan tersebut juga memicu klaim pinggiran bahwa kejadian itu direkayasa untuk membangkitkan simpati publik — narasi yang kini kembali digaungkan oleh sebagian pengguna media sosial setelah insiden terbaru ini.