Adik Bunuh Kakak Kandung di Kelapa Gading, Ibunda Masih Histeris Sebut Lebih Sayang Pelaku
Sri juga mengungkapkan sang abang MAR (22) berkuliah di tiga tempat dan membutuhkan biaya pendidikan yang lebih dibandingkan korban yang masih bersekolah SMP.
Kasus MAH (16) adik yang membunuh kakak kandungnya sendiri MAR (22) hingga kini masih diusut Polres Metro Jakarta Utara. Sedangkan, sang ibu masih diberikan trauma healing dari Polres.
"Sang ibu masih histeris dan kami berikan pemulihan trauma dengan hipnoterapi agar dapat menenangkan diri," kata Kasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ni Luh Sri Arsin di Jakarta, Jumat (27/2).
Sang ibu didatangi para personel trauma healing di rumahnya. Di sana ia diperiksa kondisi psikologisnya sekaligus diambil keterangannya. "Tadi kondisinya sudah cukup stabil dan kami juga ambil keterangan menyangkut peristiwa yang menimpa anaknya," ujar Sri.
Kepada tim trauma healing, sang ibu pelaku dan korban bercerita tidak pilih kasih kepada kedua anak kandungnya. Sri juga mengungkapkan sang abang MAR (22) berkuliah di tiga tempat dan membutuhkan biaya pendidikan yang lebih dibandingkan korban yang masih bersekolah SMP.
"Ibu ini malah lebih sayang kepada pelaku karena dia mengalami penyakit lambung sehingga mendapatkan perhatian lebih," ungkap Sri.
Dia juga menyebutkan komunikasi kedua antara anak tersebut tidak berjalan dengan baik. "Jika si abang ingin bicara dengan adik, melalui ibunya, dan begitu sebaliknya," jelas Sri.
Kronologi Pembunuhan
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara mengungkap kronologi seorang pelajar berinisial MAH (16) yang memukul kakak kandungnya MAR (22) hingga tewas di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa (24/2) sore.
"Pelaku ini diduga berkali-kali memukul kepala korban dengan palu karena pelaku sangat emosi, sehingga korban tersungkur," kata Kasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ni Luh Sri Arsin di Jakarta, Kamis (26/2).
Pelaku Pukul Kepala Korban Bertubi-tubi
Setelah korban jatuh tersungkur, kata dia, pelaku terus memukul kepala korban, bahkan sampai lima kali. Korban pun saat di lokasi kejadian masih dalam keadaan hidup karena masih bersuara.
"Namun, korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," terang Sri.
Dia pun menilai pelaku nekat melakukan pembunuhan tersebut karena ada permasalahan keluarga dan pelaku merasa cemburu lantaran kakaknya lebih diperhatikan oleh ibunya. "Apa yang diinginkan oleh kakaknya selalu dituruti oleh orang tuanya," tambah Sri. Seperti dikutip Antara.