3 Detik Menentukan Komplotan Maling Bawa Kabur Sepeda Motor Targetnya
Komplotan ini sangat lihai saat aksi. Mereka hanya perlu waktu tiga detik untuk mencuri satu unit motor.
Tiga orang komplotan spesialis pencuri kendaraan bermotor (curanmor) diringkus jajaran Polsek Cinere. Mereka adalah HDP (32), RF (21) dan MRA (23). Dari tangan ketiganya diamankan sembilan unit motor Honda Beat yang dicuri selama tiga bulan.
Komplotan ini sangat lihai saat aksi. Mereka hanya perlu waktu tiga detik untuk mencuri satu unit motor. Sasarannya adalah motor Hond Beat dengan kunci manual.
Kapolsek Cinere, Kompol Pesta Hasiholan mengatakan dalam watu hanya tiga detik pelaku bisa langsung menggondol motor yang diparkir tanpa kunci pengaman tambahan. Modalnya adalah kunci letter T yang selalu dibawa saat aksi.
"Mereka mengambil kasat mata dilihat itu ada motor, langsung hitungan detik kurang lebih sekitar 2-3 detik dengan menggunakan kunci letter T, langsung mereka berhasil membawa motor yang ditargetkan mereka," katanya, Rabu (11/6).
Saat beraksi mereka saling bagi tugas. RFA betugas memantau situasi. Kemudian HDP sebagai otak komplotan ini dan RF sebagai eksekutor. Di detik pertama, pelaku memasukkan kunci letter T ke stop kontak motor, detik kedua diputar ke kanan sebanyak dua kali dan detik ketiga motor langsung dibawa pelaku.
Sehari Beraksi di 3 Lokasi
Dalam satu hari komplotan ini bisa beraksi di tiga lokasi berbeda.
"Jadi hanya perlu 2 sampai 3 detik dalam sekali aksi. Dan satu hari bisa sampai 2 dan 3 kali (aksi)," ujarnya.
Mereka sengaja mengincar motor merk tertentu yaitu Honda Beat. Karena motor jenis ini paling mudah dicuri dan banyak dicari di pembeli.
"Spesialis mereka di Beat ya dan itu yang (kunic) manual, bukan yang pakai remote. Kalau pakai remote dia menggunakan letter T itu bisa, namun tidak bisa di starter karena itu harus membuka jaringan kabel, sehingga bisa menggunakan atau memakan waktu. Jadi yang (kunci) manual ini dia menggunakan letter T itu bisa dua sampai tiga detik, diputar sekali saja udah setrumnya sudah nyambung semua. Dan motornya ringan dan simple untuk membawanya," ungkapnya.
Komplotan ini pengakuannya baru tiga bulan beraksi namun sudah menggasak hingga 16 motor. Mereka mengaku belajar mencongkel motor yang dicuri lewat tayangan sosial media.
"Jadi memang mereka kan sudah berpengalaman sebanyak 16 kali dia melakukan perbuatan itu. Satu hari bisa mencapai 3 unit. Mereka itu belajar itu dari berbagai macam cara Youtube juga ada. Dan banyak di media juga teknik-tekniknya, makanya disini mereka juga melakukan perbuatan tersebut tidak langsung sekali melakukan, namun mereka belajar dari kawan-kawan terdahulu yang sudah masuk (penjara)," tukasnya.
Terungkapnya komplotan ini bermula dari laporan warga yang menjadi korban pencurian yaitu VA dengan Nomor:LP/B/45VI/2025/SPKT/SEK. CINERE/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA, tanggal 8 Juni 2025. Lokasinya di Jalan Raya Gandul Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Depok pada Minggu, 8 Juni 2025 sekitar pukul 20.30 WIB. Di motor korban terpasang GPS yang terhubung ke handphone, setelah dilacak ternyata kendaraannya berhenti di sekitar Jalan Pendidikan, Kecamatan Limo.
"Kemudian korban dan saksi korban menghubungi pihak Bhabinkamtibmas yaitu di wilayah Grogol dan pada saat itu juga pihak Bhabinkamtibmas langsung mengontek tim opsnal Polsek Cinere yang pada saat itu sedang melakukan mobile yaitu sasarannya 3C," katanya.
Setelah memastikan motor korban ada di lokasi, tim Reskrim Polsek Cinere berkoordinasi dengan pengurus lingkungan setempat untuk penggerebekan di lantai 2 kontrakan tersebut. Di dalam rumah tersebut ada tiga orang yang sedang berbaring dan sedang menggunakan HP.
"Pada saat itu langsung langkah dari pada tim Opsnal melakukan penggeledahan ditemukanlah barang bukti dan telah diamankan," ungkapnya.
Dari lokasi tersebut, diamankan lima motor Honda Beat dan 1 Yamaha Mio Sporty, kemudian dua kunci letter T berikut mata kunci, sepucuk air softgun, sebilah badik, dua plat nomor polisi dan tiga lembar STNK. Saat penangkapan pelaku nyaris diamuk massa, namun berkat kesigapan petugas, akhirnya komplotan spesialis Curanmor tersebut berhasil diamankan ke Polsek Cinere.
Kemudian dilakukan pendalaman dan ternyata pelaku masih menyimpan hasil curiannya berupa satu motor Yamaha Mio dan 2 Honda Vario 125 di kebun wilayah Blok Tengku, Kelurahan Meruyung.
"Ternyata ada beberapa motor yang di simpan yang akan diperjualbelikan dengan cara COD. Setelah itu motor tersebut diamankan dan dikumpulkan disita di bawa ke polsek sehingga berawal motor tersebut jumlahnya 6 sekarang total menjadi 9 (motor)," ujarnya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka beraksi sejak April hingga Juni sudah mencuri sekitar 16 motor dan hanya membutuhkan waktu 3 detik untuk membawa kabur kendaraan korbannya.
"Karena dia mengambil kasat mata dilihat itu ada motor, langsung hitungan detik kurang lebih sekitar 2-3 detik dengan menggunakan kunci letter T, langsung mereka berhasil membawa motor yang ditargetkan mereka. Dan satu hari bisa sampai 2 dan 3 kali (mencuri). Anggota kami masih mendalami 7 motor yang lainnya," jelasnya.
Kapolsek menuturkan, komplotan ini beraksi di Jalan Raya Limo, Grogol, Meruyung, Pancoran Mas, Gandul hingga Pondok Labu, Jakarta Selatan. Mereka biasa aksi di jam Ketika warga beribadah. Yaitu antara pukul 18.15 WIB, 18.30 WIB dan 22.00 WIB. Saat ini ketiga pelaku diamankan di polsek. Para pelaku diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.
"Ancaman hukumnya 5 tahun penjara," tukasnya.
Sementara itu, motor yang ada di Polsek Cinere kemudian dikembalikan kepada pemiliknya. Syaratnya dengan membawa bukti kepemilikan. Pihaknya masih terus mendalami kasus ini karena masih ada tujuh motor yang belum diamankan dari komplotan ini.