15 Warga Sumsel Terjebak di Kamboja Sulit Dipulangkan, Ini Penyebabnya
Dari penyelidikan, 15 warga yang terjebak masuk dalam kategori bermasalah atau berstatus ilegal
Pemulangan 15 warga Sumatra Selatan yang terjebak di Kamboja tak bisa segera dilakukan. Persoalan administrasi menjadi kendala utama.
Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang mengungkapkan, upaya pemulangan telah dilakukan Dinas TenagaKerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumsel dengan koordinasi masing-masing kabupaten/kota, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dan jajaran Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Sumsel. Dari penyelidikan, 15 warga yang terjebak masuk dalam kategori bermasalah atau berstatus ilegal
"Tidak bisa dipulangkan secara cepat karena ternyata mereka adalah pendatang ilegal di Kamboja," ungkap Wagub Sumsel Cik Ujang, Senin (2/3).
Pemerintah Tetap Mengupayakan Pemulangan
Meski demikian, pemerintah tetap mengupayakan pemulangan dengan cara mengikuti prosedur serta ketentuan keimigrasian negara setempat. Ke-15 warga Sumsel itu tengah menjalani proses penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai pengganti paspor untuk melengkapi administrasi di KBRI.
Cik Ujang menyebut SPLP merupakan dokumen perjalanan sementara yang diterbitkan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri bagi WNI yang kehilangan atau tidak memiliki paspor. Setelah dokumen tersebut terbit, barulah proses pemulangan dapat dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
"Kami berharap seluruh tahapan administrasi di KBRI di Kamboja segera rampung agar para warga dapat dipulangkan dengan aman dan selamat ke Indonesia," kata Cik Ujang.
Keluarga Bersabar
Karena itu, Cik Ujang meminta keluarga bersabar dan mempercayakan masalah ini kepada pemerintah. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi warga lainnya agar tidak masuk ke negara lain dengan tujuan bekerja melalui jalur ilegal.
Diberitakan sebelumnya, warganet dihebohkan dengan permintaan sejumlah pemuda untuk dipulangkan dari Kamboja. Mereka menyebut menjadi korban perdagangan orang.
Permintaan itu disampaikan melalui video yang diunggah akun Instagram @calvinblue_ dengan sasaran Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang. Mereka mengaku terjebak saat ditawari bekerja ke luar negeri dengan janji gaji besar.
"Assalamualaikum. Untuk Bapak Herman Deru dan Bapak Ratu Dewa, kami warga Palembang meminta pertolongan untuk membantu kami pulang ke Palembang," ungkap pria dalam video yang dilihat, Rabu (18/2).
Kamboja
Para pemuda itu mengaku setelah datang ke Kamboja tak kunjung mendapat pekerjaan yang dijanjikan. Mereka mengaku dijual untuk bekerja, sebagian lagi belum sempat bekerja hingga terlantar di luar negeri.
Sambil menengadahkan dengan gestur memohon mereka berharap ada kepedulian pemerintah. Mereka mengakui ingin segera pulang ke Palembang.
"Itu pun penuh tekanan dan siksaan pak. Tolong bantu kami," kata dia.