15 Pemuda Palembang Ngaku Dijual ke Kamboja, Polda Sumatra Selatan Selidiki Dugaan TPPO
Nandang menyebut polisi akan mengungkap kasus ini agar benar-benar terungkap. Jika benar adanya TPPO.
Warganet dihebohkan dengan video viral pengakuan sejumlah pemuda asal Palembang yang meminta dipulangkan ke Indonesia. Mereka mengaku menjadi korban penjualan orang dan terjebak di Kamboja.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min WIjaya mengungkapkan, penyidik Subdit III Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tengah menelusuri akun medsos yang menyebarkan video pengakuan tersebut. Dugaan TPPO bisa saja terjadi, tergantung hasil penyelidikan.
"Kita lagi dalami akun medsos itu. Apakah ada TPPO atau tidak masih kita telusuri," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Kamis (19/2).
Benar-benar Terungkap
Nandang menyebut polisi akan mengungkap kasus ini agar benar-benar terungkap. Jika benar adanya TPPO, pelaku akan diproses secara hukum agar kejadian ini tak terulang lagi.
"Mudah-mudahan nantinya bisa segera terbongkar," kata Nandang.
Dievakuasi ke KBRI Phnom Phen
Sebanyak 15 pemuda Palembang dikabarkan telah dievakuasi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Phen. Pemprov Sumsel tengah mengurus kepulangan mereka ke tanah air.
"Alhamdulillah sudah di KBRI, mudah-mudahan cepat dipulangkan," ungkap Gubernur Sumsel Herman Deru.
Deru mengaku telah berkomunikasi langsung dengan para pemuda tersebut melalui video call. Dia menjamin semuanya dalam keadaan selamat dan siap dipulangkan.
"Kemarin sudah tersambung sama mereka, sedang kita urus," kata Deru.
Bikin Heboh
Diberitakan sebelumnya, warganet dihebohkan dengan permintaan sejumlah pemuda untuk dipulangkan dari Kamboja. Mereka menyebut menjadi korban perdagangan orang.
Permintaan itu disampaikan melalui video yang diunggah akun Instagram @calvinblue_ dengan sasaran Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang. Mereka mengaku terjebak saat ditawari bekerja ke luar negeri dengan janji gaji besar.
"Assalamualaikum. Untuk Bapak Herman Deru dan Bapak Ratu Dewa, kami warga Palembang meminta pertolongan untuk membantu kami pulang ke Palembang," ungkap pria dalam video yang dilihat merdeka.com, Rabu (18/2).
Para pemuda itu mengaku setelah datang ke Kamboja tak kunjung mendapat pekerjaan yang dijanjikan. Mereka mengaku dijual untuk bekerja, sebagian lagi belum sempat bekerja hingga terlantar di luar negeri.
Sambil menengadahkan dengan gestur memohon mereka berharap ada kepedulian pemerintah. Mereka mengakui ingin segera pulang ke Palembang.
"Itu pun penuh tekanan dan siksaan pak. Tolong bantu kami," kata dia.
Gubernur Sumsel Herman Deru telah menginstruksikan kepada Dinas Ketenagakerjaan untuk menelusuri kebenaran informasi yang ada. Jika informasi tersebut benar, maka Pemprov Sumsel akan mengupayakan pemulangan terhadap warga Sumsel yang terjebak di sana.
"Tinggal menunggu laporannya saja," kata Deru.
Deru juga menyebut sudah berkoordonasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti video yang beredar. Dikabarkan, sebagian warga Sumsel yang terjebak di Kamboja sudah kembali ke tanah air.
"Kita tidak mau terjebak pada soal legal atau ilegal, yang terpenting mereka adalah warga Sumsel dan WNI yang harus kita selamatkan. Jika ada unsur pidana, itu ranah kepolisian, tugas pemerintah adalah memastikan mereka pulang jika mendapat perlakuan tidak baik," kata Deru.
Deru meminta kejadian ini menjadi perhatian masyarakat agar tidak mudah terpengaruh ajakan bekerja di luar negeri tanpa prosedur yang jelas. Hal ini menyangkut kondisi keselamatan warga Sumsel yang dapat menjadi korban perdagangan orang.
"Bekerja di luar negeri sah-sah saja, tali harus melalui jalur resmi dan memperhatikan aspek hukum serta norma moral, terutama jika yang direkrut adalah anak-anak muda," katanya.