10 Ekor Kura-kura Rote Terancam Punah Dilepasliarkan di Habitatnya
Sebanyak 10 ekor kura-kura rote yang terdiri dari delapan ekor jantan dan dua ekor lainnya betina telah melalui proses seleksi.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemda Rote Ndao, Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP), Mandai Nature, beserta kelompok masyarakat melakukan pelepasan kura-kura rote (Chelodina mccordi) ke habitatnya.
Tim Mandai Nature yang terdiri dari enam orang, didampingi tiga perwakilan WCS-IP, melakukan kunjungan selama empat hari. Pada hari pertama, tim meninjau pengelolaan kura-kura rote di Instalasi Karantina Hewan (IKH) yang berada dibawah Unit Perlindungan Satwa (UPS) BBKSDA NTT.
Diskusi intensif dengan staf BBKSDA NTT dan WCS IP membahas upaya pengelolaan dan perlindungan kura-kura rote. Pada hari kedua, tim melakukan peninjauan ke habitat alami kura-kura rote di Danau Lendeoen dan Danau Ledulu, Pulau Rote.
Sebanyak 10 ekor kura-kura rote yang terdiri dari delapan ekor jantan dan dua ekor lainnya betina, yang telah melalui seleksi kesehatan dan kesiapan individu, berhasil dilepaskan (soft release) ke kedua danau tersebut masing-masing lima ekor.
Wakil Bupati Rote Ndao mengatakan, Apremoi D. Dethan mengapresiasi upaya konservasi ini. Dia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat melalui kelompok kerja kolaboratif yang telah dibentuk oleh BBKSDA NTT dan WCS-IP.
Menurutnya, pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga berkomitmen untuk mengembangkan potensi wisata di Danau Lendeoen dan Danau Ledulu, sekaligus memulihkan danau-danau lain sebagai habitat kura-kura rote.
Monitoring Kura-Kura Rote
Selain pelepasan, tim juga terlibat dalam aktivitas rutin monitoring kura-kura Rote, seperti pengukuran kualitas air, pengukuran fisik kura-kura, eradikasi musuh alami, serta patroli sekitar danau.
Kegiatan ini melibatkan BBKSDA NTT, WCS-IP, dan kelompok masyarakat (Kelompok Papadak). Kegiatan ini menandai langkah penting dalam upaya penyelamatan kura-kura rote, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat.
Dengan sinergi ini, diharapkan kura-kura rote dapat kembali berkembang biak secara alami di habitat aslinya serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi satwa endemik dari ancaman perburuan, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat.