Dulu Gapura Makam Kini Jadi Gerbang Sekolah, Potret SD di Tuban Ini Curi Perhatian
Gerbang sekolah ini tampak berusia jauh lebih tua dibanding bangunan sekolah
Gerbang sekolah ini tampak berusia jauh lebih tua dibanding bangunan sekolah
Dulu Gapura Makam Kini Jadi Gerbang Sekolah, Potret SD di Tuban Ini Curi Perhatian
Sekilas, gapura bernuansa kuno di Tuban ini tak menunjukkan bahwa di baliknya merupakan bangunan sekolah. Apalagi saat dilihat dari dekat, bangunan sekolah dan gapura yang jadi gerbang tampak kontras dengan ciri khas jauh berbeda.
Gapura Kuno
Gapura tersebut tampak dibangun lebih dulu daripada bangunan sekolah. Mengutip Instagram @tuban_bercerita, pada gapura tersebut terdapat tulisan Hanzi dan Latin. Tulisan Hanzi menunjukkan kegunaan gapura pada masa lalu.
Ahli aksara asal Semarang, Pippo Agosto menuturkan, tulisan pada gerbang berbunyi ‘héng yuǎn lín shì wèi yíng’ yang artinya kompleks permakaman marga Lin/Liem.
Gapura yang kini jadi gerbang SD Negeri Sendangrejo di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban ini dulu merupakan pintu masuk kompleks pemakaman orang Tionghoa bermarga Lin/Liem.Kini, gapura yang berada di sisi utara itu jadi pintu gerbang sekolah dasar.
Pihak sekolah menambahkan gerbang besi yang bisa dibuka tutup pada gapura kuno tersebut.
Selain gapura utara yang kini jadi gerbang sekolah. Ada satu lagi gapura kuno yang berkaitan dengan kompleks pemakaman orang Tionghoa di masa silam, letaknya di sisi selatan. Pada gapura di sisi selatan ini tidak ditemui tulisan apapun.
Jalan Menuju Makam
Menurut sesepuh desa setempat, SD Negeri Sendangrejo dibangun sekitar tahun 1970-an atau 1980-an. Sekolah ini dibangun di atas tanah lapang menuju makam (Bong) Tionghoa. Adapun, letak makam (Bong) Tionghoa sejauh beberapa puluh meter dari sekolah.
SD Sendangrejo Tuban
Informasi yang diunggah di situs dapo.kemdikbud.go.id menunjukkan kondisi sekolah ini. Pada semester genap tahun ajaran 2023/2024, sekolah ini hanya memiliki 71 peserta didik. Sedangkan guru dan tenaga kependidikannya berjumlah 8 orang.
Sementara itu, sekolah ini tidak punya ruang bermain/olahraga untuk para siswa maupun guru. Selain itu, sekolah negeri ini juga tidak punya ruang konseling, ruang praktek, laboratorium, dan ruang UKS.