Bisa Dipentaskan di Mana Saja, Ini Filosofi Tari Miyang Kisahkan Kehidupan Istri Nelayan Tuban

Meskipun mayoritas penarinya perempuan, Tari Miyang juga boleh dibawakan oleh laki-laki

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Bisa Dipentaskan di Mana Saja, Ini Filosofi Tari Miyang Kisahkan Kehidupan Istri Nelayan Tuban
Bisa Dipentaskan di Mana Saja, Ini Filosofi Tari Miyang Kisahkan Kehidupan Istri Nelayan Tuban (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kabupaten Tuban, Jawa Timur punya kesenian tradisional yang menarik yakni Tari Miyang. Tarian ini diciptakan oleh guru kesenian Pemkab Tuban pada tahun 2009 lalu. Kini, tarian ini sering dipentaskan dalam berbagai acara penting di daerah pesisir utara Jawa itu.

Kisahkan Istri Nelayan

Tari Miyang dipentaskan dengan komposisi kelompok. Tak ada batasan khusus berapa banyak penari dalam sebuah pementasan Tari Miyang. Mengutip Instagram @tuban_bercerita, tari ini merupakan representasi perilaku istri nelayan ketika suaminya sedang melaut.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kata ‘Miyang’ dalam bahasa Tuban berarti “pergi melaut untuk mencari ikan”. Para nelayan melakukan kegiatan ini pada malam hari, dan pulang pada pagi atau siang hari membawa ikan hasil tangkapan.

Identitas Budaya

Mengutip skripsi berjudul Tari Miyang Sebagai Identitas Budaya Kabupaten Tuban Jawa Timur karya Galuh D. Kusuma (ISI Yogyakarta, 2019), Tari Miyang disajikan dalam bentuk koreografi di mana semua unsurnya merupakan identitas budaya masyarakat pesisir Kabupaten Tuban. Tari ini merupakan hasil perenungan terhadap pola persepsi, berpikir, dan perasaan istri nelayan, yang syarat dengan semangat komunal masyarakat pantai.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Instrumen musik yang digunakan untuk mengiringi tari Miyang adalah seperangkat gamelan, seperti kendang, gong, kempul, saron. Ada juga Panjak Hore, orang yang berperan sebagai pelantun tembang serta tukang senggak.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Penari menggunakan tata rias korektif dan memakai kebaya dengan bawahan kain batik setinggi lutut serta aksesoris di bagian kepala. Tata rias dan busana ini sedikit banyak meniru kebiasaan perempuan pesisir.

Pementasan

Pementasan
Dok. Istimewa

Adapun properti yang digunakan saat pementasan adalah irig (peralatan dapur yang terbuat dari anyaman bambu), properti ini menunjukkan karakter sebagai istri nelayan.

Sementara itu, tidak ada penataan panggung secara khusus untuk pementasan Tari Miyang. Tari ini pun bisa dipentaskan di mana saja sesuai kebutuhan. Selain itu, pada pementasan massal misalnya, penari tidak menggunakan kostum baku karena berbagai alasan. Mereka hanya membawa irig sebagai properti menari.

Rekomendasi