Kronologi Pemecatan Direktur IT Bank DKI, Sistem Eror Bikin Pramono Anung Murka
Gangguan layanan Bank DKI saat Lebaran memicu pemecatan Direktur IT dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung murka, memecat Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono. Ia kesal lantaran pelayanan yang diberikan Bank DKI tidak maksimal.
Sistem eror sehingga merugikan nasabah. Terlebih, peristiwa itu terjadi saat malam takbiran, 30 Maret 2025, menjelang Idul Fitri yang membuat nasabah tidak bisa melakukan transaksi perbankan.
Gangguan yang dialami nasabah mencakup ketidakmampuan untuk melakukan transfer antarbank dan pembayaran QRIS melalui aplikasi JakOne Mobile. Meskipun Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, menyatakan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh aktivasi otomatis fitur pemeliharaan sistem keamanan, Gubernur Pramono Anung menilai penjelasan tersebut tidak memadai dan mencurigai adanya unsur kelalaian atau kesengajaan.
Tak hanya pecat direktur IT Bank DKI, Pramono juga meminta kejadian itu dilaporkan ke Bareskrim Polri untuk penyelidikan lebih lanjut.
Bukan Kejadian Pertama
Pramono Anung, menjelaskan bahwa masalah layanan di Bank DKI bukanlah yang pertama kali terjadi. Kejadian ini sudah terulang hingga tiga kali dengan pola yang hampir serupa, menyebabkan gangguan transaksi online yang meresahkan nasabah. Menurutnya, kegagalan sistem ini menunjukkan kurangnya pemeliharaan yang baik terhadap infrastruktur IT Bank DKI.
“Kejadian di Bank DKI ini bukan pertama kali. Ini sudah ketiga kali. Dan kejadiannya hampir serupa, di mana IT tidak dilaksanakan, tidak dijaga secara baik,” ungkap Pramono saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Gangguan yang terjadi pada malam takbiran Idul Fitri ini menimbulkan kerugian bagi banyak nasabah yang mengandalkan layanan perbankan digital. Dalam situasi yang seharusnya menjadi momen bahagia, banyak nasabah yang merasa dirugikan akibat ketidakmampuan untuk melakukan transaksi.