Bareskrim Polri Dalami Laporan Gangguan Layanan Bank DKI

Laporan tersebut dibuat oleh pihak Bank DKI. Penyidik pun tengah mempelajari lebih lanjut aduan itu.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Bareskrim Polri Dalami Laporan Gangguan Layanan Bank DKI
Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung. (Liputan6.com/Angga Yuniar) (© 2025 Liputan6.com)

Kasus kebocoran dana Bank DKI akibat gangguan sistem pelayanan dilaporkan ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut dibuat oleh pihak Bank DKI.

“Benar pada 1 April kami telah menerima laporan,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Brigjen Erdi A Chaniago saat dikonfirmasi, Kamis (10/4).

Penyidik pun tengah mempelajari lebih lanjut aduan itu sebelum kemudian masuk tahap penyelidikan dan penyidikan. 

“Saat ini pelaporan tengah didalami dan dipelajari lebih lanjut,” jelas dia.

Pramono Pecat Direktur IT Bank DKI

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengambil keputusan tegas dengan memecat Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono, buntut sistem layanan Bank DKI bermasalah berulang kali. Bahkan, dia menginstruksikan pembuatan laporan kasus ke Bareskrim Polri.

Keputusan itu diumumkan pada Rabu, 9 April 2025 setelah sistem layanan Bank DKI bermasalah secara berulang, khususnya selama Ramadan dan Idulfitri. 

Pencopotan tersebut dipicu oleh gangguan sistem yang terjadi beberapa kali dengan pola serupa, menyebabkan nasabah kesulitan bertransaksi online.

Kejadian ini mengakibatkan banyak nasabah Bank DKI kesulitan bertransaksi dan menimbulkan kerugian.

Pramono enggan menyampaikan jumlah kerugian yang terjadi akibat permasalahan layanan Bank DKI. 

"Biar Kepolisian, Bareskrim sama Bank DKI menyampaikan,” kata Pramono.

Sebelum mencopot Direktur IT, Pramono mengadakan rapat tertutup dengan pihak Bank DKI pada Selasa, 8 April 2025. 

Klarifikasi Dirut Bank DKI

Direktur Utama Bank DKI, Agus Haryoto Widodo, memberikan klarifikasi terkait gangguan sistem yang terjadi. Dia menjelaskan bahwa gangguan tersebut merupakan imbas dari pemeliharaan sistem yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan transaksi.

"Sistem pengamanan internal Bank DKI secara otomatis mengaktifkan fitur pemulihan sistem keamanan, sebagai langkah proteksi untuk memastikan stabilitas layanan dan keamanan transaksi seluruh nasabah," kata Agus dalam konferensi pers pada Selasa (8/4).

Agus menambahkan bahwa sebagai dampak dari aktivasi fitur tersebut, terjadi pembatasan sementara pada sebagian layanan transaksi lintas jaringan (off-us), termasuk transaksi ATM melalui jaringan bank lain.

Bank DKI langsung mengaktifkan tim teknis dan layanan nasabah 24 jam untuk melakukan pemulihan sistem secara bertahap.

Bank DKI memastikan bahwa layanan ATM Off-Us telah kembali normal sejak Senin, 7 April 2025. Layanan ATM Bank DKI saat ini telah sepenuhnya pulih dan dapat digunakan kembali secara normal, termasuk transfer antar-bank, hingga pembayaran berbagai tagihan.

"Kami terus memantau kinerja sistem untuk memastikan layanan berjalan dengan optimal dan stabil," jelas Agus.

Bank DKI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah dan memastikan bahwa data dan dana nasabah tetap aman.

Sebagai bentuk komitmen terhadap nasabah, Bank DKI tetap membuka kanal komunikasi 24/7 melalui call center dan media sosial resmi untuk menerima aspirasi dan pengaduan. 

Rekomendasi