Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, baru-baru ini mengadakan pertemuan penting dengan Wakil Wali Kota Seoul, Korea Selatan. Diskusi tersebut mencakup berbagai topik, termasuk potensi gelaran konser grup idola K-Pop global, BTS, di Jakarta pada akhir tahun 2026. Pertemuan ini menyoroti upaya pemerintah daerah dalam menarik acara internasional.
Dalam keterangannya pada Minggu, Pramono mengungkapkan bahwa pembicaraan berlangsung sangat positif, meliputi isu-isu serius hingga tren kekinian seperti BTS. Harapan besar muncul agar penampilan BTS di Jakarta dapat memberikan hiburan maksimal bagi masyarakat ibu kota. Ini menunjukkan antusiasme terhadap budaya pop Korea.
Sebelumnya, Pramono sempat menerima masukan dari para penggemar BTS, yang dikenal sebagai ARMY, terkait pemilihan lokasi konser. Awalnya mengusulkan Jakarta International Stadium (JIS), ia kini mempertimbangkan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai alternatif yang lebih disukai oleh para penggemar. Keputusan ini diambil setelah mendengarkan aspirasi publik.
Advertisement
Advertisement
Pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Wali Kota Seoul tidak hanya terpaku pada rencana konser BTS di Jakarta. Diskusi meluas hingga mencakup berbagai aspek budaya Korea yang populer di Indonesia. Mereka membicarakan fenomena K-Pop secara umum, yang telah memiliki basis penggemar sangat besar di Tanah Air.
Selain musik, topik K-Food dan K-Choreographer juga menjadi bagian dari agenda pembicaraan. Hal ini menunjukkan adanya ketertarikan untuk menjalin kerja sama yang lebih luas dalam bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif. Pertukaran budaya semacam ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Jakarta dan Seoul.
Pramono Anung menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan pengalaman budaya yang beragam bagi warga Jakarta. Kehadiran grup sekelas BTS, misalnya, dapat menjadi magnet untuk sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang dinamis dan berkelas dunia.
Advertisement
Advertisement
Wacana awal Gubernur Pramono Anung untuk menggelar konser BTS di Jakarta International Stadium (JIS) ternyata menuai reaksi dari para penggemar. Para ARMY, sebutan untuk penggemar BTS, menyuarakan penolakan terhadap pilihan lokasi tersebut. Mereka secara aktif menyampaikan preferensi mereka untuk Gelora Bung Karno (GBK) sebagai tempat konser.
Alasan utama di balik preferensi ARMY terhadap GBK adalah kemudahan akses transportasi publik. Selain itu, mereka juga menyoroti ketersediaan akses keluar masuk yang lebih banyak dan dianggap lebih nyaman bagi penonton di GBK. Faktor kenyamanan dan kemudahan aksesibilitas menjadi pertimbangan penting bagi penggemar saat menghadiri acara berskala besar.
Pramono Anung bahkan mengakui bahwa protes tidak hanya datang dari publik, tetapi juga dari anggota keluarganya sendiri yang merupakan seorang ARMY. "Kemarin, saya sempat bilang ingin BTS tampil di JIS, tapi ARMY langsung ramai protes, termasuk anak saya. Mereka bilang lebih baik di GBK. Ya, sudah, kali ini saya mengalah. Kalau di GBK juga tidak apa-apa," ungkap Pramono. Pernyataan ini menunjukkan bahwa aspirasi penggemar sangat diperhatikan.
Advertisement
Dengan adanya masukan ini, Gubernur Pramono Anung mengurungkan niatnya untuk memperjuangkan JIS sebagai lokasi konser. Keputusan untuk mempertimbangkan GBK mencerminkan responsivitas pemerintah daerah terhadap keinginan masyarakat. Ini menjadi preseden positif dalam penyelenggaraan acara publik yang melibatkan partisipasi massa.
Sumber: AntaraNews