Pemprov DKI Jakarta Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju untuk Akselerasi Visi Kota Global
Pemprov DKI Jakarta jalin kerja sama sister city dengan Jeju, Korsel. Fokus pariwisata, energi terbarukan, dan ekonomi digital, kolaborasi ini akselerasi visi Jakarta jadi kota global.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi menjalin kerja sama sister city dengan Provinsi Otonomi Khusus Jeju, Korea Selatan. Penandatanganan nota kesepahaman ini menandai langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral dan diharapkan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak.
Kesepakatan penting ini ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jeju Oh Young-hun. Acara penandatanganan berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul pada Sabtu (25/4) lalu, menjadi tonggak sejarah baru dalam diplomasi daerah.
Fokus utama kerja sama sister city Jakarta Jeju ini mencakup sektor pariwisata, energi terbarukan, dan ekonomi digital. Kolaborasi ini bertujuan untuk saling berbagi pengalaman serta mengakselerasi pembangunan di kedua wilayah, dengan Pemprov DKI Jakarta optimistis terhadap implementasinya.
Memperkuat Sektor Pariwisata dan Energi Berkelanjutan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Provinsi Jeju merupakan mitra strategis bagi Jakarta. Kemitraan ini sangat relevan, terutama dalam pengembangan sektor pariwisata dan energi berkelanjutan, yang menjadi prioritas utama dalam agenda kerja sama.
Kerja sama sister city Jakarta Jeju akan membuka peluang baru untuk pertukaran budaya dan promosi destinasi wisata. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jakarta, serta memanfaatkan pengalaman Jeju dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan.
Di sektor energi, kolaborasi ini akan berfokus pada pengembangan energi terbarukan. Jakarta dapat belajar dari Jeju dalam implementasi teknologi hijau dan kebijakan energi bersih, sejalan dengan komitmen global untuk mengatasi perubahan iklim.
Akselerasi Visi Jakarta Menuju Kota Global
Pramono Anung juga mengungkapkan optimismenya bahwa kolaborasi dengan Jeju akan mengakselerasi visi Jakarta. Visi tersebut adalah untuk masuk dalam jajaran 50 besar kota global (Top 50 Global Cities) pada tahun 2030, di mana pencapaian target ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Prinsip kerja sama ini mencakup pengembangan hubungan pemerintah dengan pemerintah (G2G), bisnis dengan bisnis (B2B), dan rakyat dengan rakyat (P2P). Pendekatan komprehensif ini memastikan manfaat kerja sama dapat dirasakan secara luas dan memperkuat ikatan antara masyarakat kedua wilayah.
Gubernur Pramono Anung menyambut gembira terjalinnya kerja sama sister city ini. Ia berharap implementasinya di lapangan dapat berjalan dengan baik serta membawa manfaat dan keberuntungan yang dinikmati oleh kedua belah pihak secara berkesinambungan.
Sumber: AntaraNews