Manis Segar Kalua Jeruk, Kudapan Ringan Khas Ciwidey Berbahan Kulit Jeruk Bali
Bahkan kepopulerannya mengalahkan buah stroberi yang selama ini jadi ikon Ciwidey.
Bahkan kepopulerannya mengalahkan buah stroberi yang selama ini jadi ikon Ciwidey.
Manis Segar Kalua Jeruk, Kudapan Ringan Khas Ciwidey Berbahan Kulit Jeruk Bali
Kudapan ringan umumnya terbuat dari berbagai macam bahan, salah satunya daging buah. Namun di Ciwidey, Kabupaten Bandung, terdapat camilan unik berbahan kulit buah jeruk Bali bernama Kalua Jeruk.
Di tangan perajinnya, rasa kulit jeruk Bali yang pahit bisa berubah menjadi manisan yang segar setelah diolah. Kalua Jeruk menjadi oleh-oleh yang tak boleh dilewatkan saat berwisata ke wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Rasa manis segar Kalua
Mengutip Instagram Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia Jawa Barat (Asppi Jabar), Rabu (30/8) Kalua ini memiliki rasa yang unik.
Tiap potongnya, perpaduan manis, asam dan segar menjadi ciri khas dari manisan tersebut.
Walau terbuat dari kulit jeruk Bali, Kalua memiliki tekstur yang empuk dan mudah dikunyah, serta bikin nagih.
Terbuat dari kulit jeruk Bali
Sebenarnya Kalua bukan dibuat dari kulit secara utuh, melainkan kulit bagian dalamnya yang bertekstur lembut.
Untuk diolah menjadi penganan unik itu, kulit jeruk Bali perlu dicuci bersih, lalu dikupas bagian kulit luar yang keras.
Setelahnya, kulit dicuci dengan air kapur sirih dan dibersihkan hingga bisa diolah menjadi manisan dengan diberi pewarna makanan dan perisa khusus.
Dipotong segitiga
Keunikan dari Kalua adalah dari bentuknya yang dipotong kecil-kecil menyerupai segitiga. Ini akan memudahkan penikmatnya dalam menyantap Kalua Jeruk.
Biasanya penganan ini disajikan di atas meja untuk suguhan tamu, maupun acara hajatan karena disukai orang banyak.
Tidak sulit menemukan Kalua di wilayah Ciwidey, karena penjual makanan serta oleh-oleh di salah satu pusat pariwisata kota kembang itu menjamur.
Populer lebih dahulu daripada stroberi
Ternyata, Kalua sudah menjadi oleh-oleh andalan sejak puluhan tahun silam.
Bahkan kepopulerannya mengalahkan buah stroberi yang selama ini digadang-gadang jadi ikon Kecamatan Ciwidey.
Pemanisnya digunakan dari dua jenis gula yakni gula putih dan gula aren, dengan rasa yang manis segar.
Tersedia berbagai rasa
Pelopor Kalua Jeruk adalah Eneh Sutinah, di mana dia membuka usahanya pertama kali di kediamannya.
Saat ini, Kalua Jeruk yang dijual tersedia berbagai rasa mulai dari stroberi, melon, durian dan original jeruk.
Pembeli bisa membeli satu varian, atau dicampur dengan berbagai rasa, sesuai selera.
Pembeli bisa mendapatkan Kalua Jeruk Rp70 ribu per kilogramnya. Potongan Kalua Jeruk pun cukup besar.