Jalanan Membelah Sawah di Tabanan Bali Ini Romantis Abis, Cocok Dikunjungi Bareng Pasangan
Keberadaannya yang jauh dari wilayah perkotaan, membuat Subak Piak jadi alternatif tempat nyaman untuk menikmati keheningan yang menyejukkan pikiran.
Bali selalu memiliki daya tarik kuat untuk dikunjungi. Banyak tempat baru di Pulau Dewatan yang menjadi referensi destinasi liburan, salah satunya Subak Piak di Kabupaten Tabanan.
Tempat wisata ini berupa sebuah jalan beraspal halus yang berkelok dengan rute membelah daerah persawahan. Lokasi ini memiliki pemandangan yang indah serta syahdu sehingga membuat betah siapapun yang datang.
Keberadaannya yang jauh dari wilayah perkotaan, membuat Subak Piak jadi alternatif tempat nyaman untuk menikmati keheningan yang menyejukkan pikiran.
Selain menikmati panorama indah, pengunjung juga bisa melihat secara langsung sistem pengairan yang berlangsung turun temurun sebagai kearifan lokal setempat.
Bahkan, sistem pengairan tradisional ini telah diakui The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia. Yuk kenalan dengan keindahan dan keunikan Subak Piak.
Ada di Kecamatan Penebel
Mengutip penebel.tabanankab.go.id, Subak Piak berada di Desa Wongajaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Areanya masih satu kawasan dengan Desa Wisata Jatiluwih.
Kawasan Wongajaya Gede, Penebel memang terkenal sebagai daerah perdesaan di Bali dengan pemandangan yang hijau dan memiliki udara yang sejuk.
Berkunjung ke tempat ini sangat direkomendasikan untuk memarkirkan kendaraan dan berjalan kaki dengan santai, ataupun bersepeda perlahan.
Melihat Pemandangan Gunung dan Bukit
Lantaran posisinya yang berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, kawasan Subak Piak menawarkan pemandangan gunung dan perbukitan hijau Indah. Sawahnya juga didesain terasering yang memanjakan mata.
Sembari berjalan, pemandangan sawah, gunung, dan bukit akan terlihat sangat jelas, terutama ketika cuaca cerah. Panorama akan semakin lengkap, ketika awan putih berkumpul di antara langit biru yang membentang.
Sebagai daerah perdesaan, jalanan di Subak Piak juga tidak dipadati bangunan rumah atau gedung sehingga terbilang sepi.
Cocok Dikunjungi Bersama Pasangan
Keindahan tempat ini sangat cocok dinikmati bersama orang terkasih, semisal pasangan. Jalanan yang halus, namun berkelok menghadirkan momen indah yang bisa diabadikan.
Berdua datang ke Subak Piak, dijamin makin membuat liburan terasa berkesan dan jauh dari rasa bosan.
“Bayangin kamu jogging santai sama pasangan, sambil nikmatin pemandangan syahdu kayak gini? Ada yang tebak pemandangan kece kayak gini ada di mana?,” tulis keterangan di salah satu unggahan Instagram
Melihat Sistem Pengairan Tradisional Bali yang Masuk UNESCO
Di area sawah kawasan Subak Piak, sistem pengairannya masih menggunakan cara tradisional. Namun yang menarik, cara ini telah mendunia, bahkan diakui oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Nama sistem pengairan tersebut adalah Subak. Ternyata, Subak bukan sekadar nama tempat, melainkan metode pengairan di wilayah tersebut.
Menurut Wikipedia, Subak merupakan kegiatan ritual keagamaan yang dilakukan oleh anggota masyarakat yang sepakat mengelola sistem pengairan sawah. Kegiatan doa dan ibadah, dilakukan sesuai tahapan tumbuhan padi seperti menanam, merawat, sampai memanen.
Subak sangat erat dengan kebudayaan Hindu yang dianut kuat oleh masyarakat Bali. Sistem ini menjadi daya tarik budaya yang terus dilestarikan.