Jepara kembali berduka setelah dua pemuda ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di objek wisata Air Terjun Watu Bobot, Desa Somosari, Kecamatan Batealit, pada Sabtu (28/3). Insiden tragis ini menyoroti kembali pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di lokasi wisata air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara bersama tim gabungan berhasil menemukan kedua korban setelah beberapa jam pencarian. Peristiwa ini terjadi pada pagi hari dan menggemparkan warga sekitar serta pengunjung lainnya.
Kedua korban, Muhammad Miftahul Koir (18) dan Azka (18), keduanya berasal dari Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Jepara. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat dan pengelola wisata untuk lebih meningkatkan standar keselamatan di tempat-tempat rekreasi alam.
Advertisement
Advertisement
Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 08.00 WIB ketika empat orang, termasuk kedua korban, berangkat dari rumah menuju objek wisata Air Terjun Watu Bobot. Mereka tiba di lokasi yang terletak di Dukuh Sepando, Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, sekitar pukul 08.30 WIB.
Menurut keterangan Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, salah satu korban, Azka, mulai berenang tidak lama setelah tiba. Namun, ia kemudian tenggelam di area air terjun yang memiliki kedalaman sekitar lima meter.
Melihat temannya dalam bahaya, Muhammad Miftahul Koir segera berusaha memberikan pertolongan. Sayangnya, upaya heroik Miftahul justru berakhir tragis karena ia juga turut tenggelam di lokasi yang sama. Kedalaman air dan kondisi arus di sekitar air terjun diduga menjadi faktor penyebab kedua pemuda tersebut kesulitan menyelamatkan diri.
Advertisement
Advertisement
Insiden tenggelamnya kedua pemuda tersebut segera dilaporkan kepada warga sekitar oleh rekan-rekan korban yang selamat. Informasi ini kemudian diteruskan kepada BPBD Kabupaten Jepara, yang langsung merespons dengan cepat.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jepara, relawan, dan aparat setempat segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pencarian. Proses pencarian berlangsung selama beberapa jam dengan melibatkan berbagai peralatan dan teknik penyelamatan.
Setelah berjuang keras, kedua korban akhirnya ditemukan pada pukul 11.50 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia. Jenazah Muhammad Miftahul Koir dan Azka kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke Puskesmas Batealit untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Advertisement
Advertisement
Menanggapi insiden ini, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyampaikan imbauan serius kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi siapa pun yang beraktivitas di area air, terutama di objek wisata seperti air terjun.
“Kami mengimbau masyarakat yang bermain di air untuk ekstra waspada, sehingga jatuhnya korban jiwa bisa diminimalisasi,” ujar Arwin. Pernyataan ini menegaskan kembali komitmen BPBD Jepara dalam melindungi masyarakat dari potensi bencana, termasuk insiden di tempat wisata.
Pengunjung disarankan untuk selalu memperhatikan tanda-tanda peringatan, mematuhi peraturan yang berlaku di lokasi wisata, dan tidak berenang di area yang tidak aman atau terlalu dalam. Kondisi bebatuan yang licin dan arus air yang tidak terduga seringkali menjadi ancaman tersembunyi di air terjun.
Advertisement
Penting juga untuk tidak memaksakan diri jika kondisi fisik tidak prima atau jika tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai. Keselamatan pribadi harus menjadi prioritas utama saat menikmati keindahan alam, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews