Trump Blak-Blakan Bilang Mau Kunjungan ke Arab Saudi Asal Dibayar Rp 8,1 Triliun
Dia mengatakan hal itu di Gedung Putih saat ditanya wartawan soal kunjungan luar negeri pertamanya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin mengatakan dia mau saja menjadikan Arab Saudi sebagai negara kunjungan luar negeri pertamanya asalkan Riyadh bersedia membeli produk Amerika senilai USD 500 miliar atau Rp 8,1 triliun.
Dia menuturkan perjanjian serupa juga disepakati dalam kunjungan kontroversialnya ke Negara Teluk itu pada 2017.
Komentar Trump yang tampaknya bisa membuat malu Putera Mahkota Saudi Pangeran Muhammad Bin Salman (MBS) itu dia sampaikan di Gedung Putih di depan sejumlah wartawan.
Saat ditanya wartawan negara mana yang akan menjadi lawatan luar negeri pertamanya, Trump menjawab Inggris.
"Kunjungan luar negeri pertama biasanya ke Inggris, tapi waktu itu saya melakukannya ke Arab Saudi karena mereka sepakat membeli USD 450 miliar produk kita," ujar Trump, seperti dilansir laman Middle East Monitor, Kamis (23/1).
"Itu adalah cerita yang jarang diberitakan tentang saya," kata dia.
Pengakuan jujur Trump yang baru dilantik tentang penjualan kunjungan presiden pertamanya telah menarik perhatian, dengan para analis berpendapat bahwa hal itu merusak citra Arab Saudi yang dibangun dengan hati-hati sebagai mitra strategis utama Amerika dan bukan sekadar negara klien yang kaya.
Trump mengungkap dia bersedia mengulang kesepakatan serupa tapi kali ini dia meminta bayaran senilai USD 500 miliar atau Rp 8,1 triliun.
"Saya tidak tahu apakah Saudi mau lagi membeli produk senilai USD 450 atau 500 miliar--tergantung inflasi--maka saya mungkim mau pergi ke sana," kata dia.
Pernyataan Trump itu memicu perdebatan baru tentang pendekatan Trump terhadap hubungan internasional dengan negara lain. Sejumlah pengamat menilai gaya Trump yang serba transaksional ini bisa mempengaruhi masa depan perdamaian di Timur Tengah, termasuk janjinya yang akan melanjutkan Abraham Accords.