Trump Dorong Ekspor Chip Canggih ke Arab Saudi, Picu Pro Kontra di AS
Kesepakatan ini akan membuka peluang bagi Arab Saudi untuk membeli chip kelas atas dari perusahaan seperti Nvidia Corp.
Pemerintahan Donald Trump dikabarkan tengah bersiap mengumumkan kesepakatan yang memungkinkan Arab Saudi memperoleh akses lebih luas terhadap semikonduktor canggih, meskipun terdapat kekhawatiran dari sejumlah pejabat Amerika Serikat mengenai potensi kebocoran teknologi ke China.
Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, kesepakatan ini akan membuka peluang bagi Arab Saudi untuk membeli chip kelas atas dari perusahaan seperti Nvidia Corp dan Advanced Micro Devices Inc (AMD). Chip ini digunakan untuk pelatihan dan pengoperasian sistem kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan pusat data berkapasitas tinggi.
Trump, yang sedang melakukan kunjungan ke Timur Tengah, diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan ini dalam waktu dekat. Meski demikian, beberapa detail penting masih dalam tahap pembahasan, termasuk pengawasan akses ke pusat data yang menggunakan chip buatan AS.
Salah satu usulan adalah agar pemerintah AS memiliki kendali terhadap akses fasilitas tersebut untuk mencegah chip disalahgunakan atau digunakan oleh pihak ketiga, terutama Tiongkok. Kekhawatiran utama Washington adalah pengalihan fisik chip atau akses cloud oleh Beijing.
Pemerintah Arab Saudi dan Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan ini.
Kesepakatan dengan Arab Saudi merupakan salah satu dari dua perjanjian chip AI yang sedang dirundingkan oleh pejabat Trump. Bloomberg melaporkan bahwa kesepakatan serupa juga tengah disiapkan dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Jika terealisasi, langkah ini menandai perbedaan strategi antara Trump dan Presiden Joe Biden, di mana Trump tampak lebih terbuka terhadap ekspor teknologi tinggi ke kawasan Teluk wilayah yang juga dikenal memiliki investasi besar di Amerika.
Bursa saham mencatat bahwa saham AMD naik 0,7%, sementara Nvidia menguat 0,1% setelah laporan ini beredar.
Penasihat AI Gedung Putih, David Sacks, sebelumnya menekankan perlunya kehati-hatian.
“Kita harus agresif mencegah semikonduktor canggih jatuh ke tangan Tiongkok. Namun, hal ini tidak boleh menghalangi ekspor sah ke negara mitra yang patuh terhadap standar keamanan,” tulisnya di media sosial X.
Sejak 2023, Washington telah mewajibkan lisensi khusus untuk ekspor chip AI ke negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan UEA, guna mencegah risiko penyalahgunaan oleh Tiongkok.
Awalnya, pejabat Saudi sempat menjalin pembicaraan bilateral dengan tim Biden, namun negosiasi terhenti setelah Trump memenangkan pilpres AS. Kini, Trump membawa versi kesepakatannya sendiri, yang mencakup gagasan “kedutaan data” konsep di mana pusat data tidak tunduk pada aturan lokal, melainkan hukum negara mitra.
Model ini sebelumnya diterapkan di Estonia dan tengah dikaji di kawasan Teluk. Perusahaan teknologi asal Abu Dhabi, G42, juga menyatakan tertarik membangun kedutaan data bekerja sama dengan pemerintah dan sektor swasta.
CEO unit cloud G42, Kiril Evtimov, mengatakan bahwa pembahasan soal penerapan kedutaan data cukup kompleks. Sementara itu, anak usaha G42 di sektor pusat data, Khazna, menyebut tengah bersiap melakukan ekspansi agresif ke Arab Saudi.