Siaga Serangan AS, Iran Bentengi Pulau Kharg
Trump pernah mengancam Iran dengan mengambil alih Pulau Kharg jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk lalu lintas kapal.
Iran telah meningkatkan tingkat pengamanan di Pulau Kharg sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan operasi darat yang mungkin dilakukan oleh Amerika Serikat.
Untuk memperkuat pertahanan, mereka melakukan pemasangan ranjau dan mengerahkan pasukan tambahan serta sistem pertahanan udara.
Menurut laporan CNN pada Kamis (26/3/2026) waktu setempat, yang mengutip sumber dari intelijen AS, penguatan ini juga mencakup penempatan sistem pertahanan udara portabel serta ranjau anti-personel dan anti-lapis baja di sekitar pulau.
Hal ini termasuk di sepanjang garis pantai yang dianggap berpotensi menjadi lokasi pendaratan bagi pasukan Amerika.
Sumber intelijen tersebut juga menyebutkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) terus memantau Pulau Kharg untuk mendeteksi adanya perubahan di lapangan, termasuk indikasi pemasangan jebakan.
Sebelumnya, pada Jumat (20/3), Axios melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz dengan cara mengambil alih Pulau Kharg.
Selain itu, pada Minggu (22/3), Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa semua opsi tetap terbuka, termasuk kemungkinan pengiriman pasukan ke pulau tersebut.
Pulau Kharg, Pusat Ekspor Minyak Iran
Pulau yang terletak di bagian utara Teluk Persia ini berfungsi sebagai pusat utama ekspor minyak Iran dan menjadi tulang punggung sistem distribusi minyak negara tersebut.
Pulau Kharg memainkan peran penting sebagai jalur utama untuk sebagian besar ekspor minyak mentah Iran, di mana sekitar 90% hingga 95% dari total ekspor minyak mentah yang mencapai sekitar 1,7 juta barel per hari dikirim melalui pulau ini sebelum memasuki pasar internasional.
Pulau tersebut terhubung dengan ladang-ladang minyak utama di daratan melalui jaringan pipa yang efisien.
Selain itu, Kharg dilengkapi dengan terminal laut dalam berkapasitas besar yang mampu memuat kapal tanker minyak terbesar di dunia.
Dengan infrastruktur yang ada, Iran dapat mengirimkan minyak mentah secara efisien kepada para pembeli, terutama di kawasan Asia.
Namun, konsentrasi besar kapasitas ekspor di satu lokasi ini juga menciptakan kerentanan strategis bagi negara tersebut.
"Iran sangat bergantung pada satu lokasi strategis untuk sistem ekspornya. Setiap gangguan yang berlangsung lama di Kharg akan sangat membatasi kemampuan Iran untuk mengekspor minyak dan dengan cepat memukul pendapatan pemerintah," ungkap Yesar Al-Maleki, seorang analis Teluk dari Middle East Economic Survey (MEES), dalam wawancaranya dengan kantor berita Anadolu.
Ia menambahkan bahwa kerentanan ini pernah terlihat pada masa Perang Iran-Irak di tahun 1980-an, ketika pulau ini berulang kali menjadi target serangan karena nilai strategisnya.
Baru-baru ini, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari lalu, yang mengakibatkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian melakukan balasan dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika yang berada di Timur Tengah. Demikian yang dikutip dari Antara.