Bukan Rudal, ini Senjata Strategis Iran yang Bisa Bikin AS dan Israel Ketar Ketir
Ini adalah senjata strategis Iran yang bisa bikin Israel dan AS ketar-ketir.
Iran bukanlah lawan yang mudah dikalahkan oleh Israel dan AS. Iran memiliki persenjataan yang lengkap dan dapat menghancur leburkan lawannya di tengah sanksi internasional yang diterimanya selama bertahun-tahun.
Namun, muncul pendapat bahwa rudal bukanlah senjata terbaik Iran. Negara para Mullah itu memiliki satu senjata strategis yang dipastikan dapat membuat lawan-lawannya ketar-ketir.
Senjata tersebut dapat membuat Israel, AS dan para sekutunya menjadi ketakutan hingga berada di ambang kerugian ekonomi besar. Senjata apakah itu? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Senjata Strategis Iran
Dikutip dari berbagai sumber, jika Iran memiliki senjata strategis yang dapat menghancur leburkan musuhnya. Senjata itu adalah penutupan Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan titik kunci dalam peta energi global.
Selat ini menjadi jalan bagi seperempat pasokan minyak dunia yang dikirim lewat laut. Kapal-kapal yang mengangkut minyak itu harus melewati jalan sempit ini. Konsumen utamanya adalah negara-negara besar di Barat.
Jika Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz, maka dampaknya akan membuat harga minyak melonjak tinggi. Hal itu dapat menyebabkan guncangan ekonomi global yang dapat menggoyahkan ekonomi negara-negara termasuk Amerika Serikat.
Selat Hormuz adalah selat yang menghubungkan Teluk Arab dengan Laut Arab. Selat ini terletak di antara Iran dan Oman. Gangguan apa saja yang menghalangi proses perjalanan di selat ini akan memicu lonjakan harga minyak dunia yang sangat tajam.
Donald Trump Ketar-ketir
Merespons ancaman Iran yang akan menutup Selat Hormuz, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, waspada. Mengutip dari Reuters, dituliskan jika Trump memerintahkan untuk meningkatkan laju pengeboran minyak demi menjaga harga minyak tetap stabil.
Trump mengatakan kepada Departemen Energi AS di dalam sebuah postingan di platform Truth Social miliknya. Trump mendorongnya untuk "mengebor, sayang, mengebor" dan berkata, "Maksud saya sekarang," meskipun tidak ada gangguan minyak besar setelah pemboman.
Dalam postingan di platform yang lain, Trump juga menulis dengan menggunakan huruf kapital yang berisi "Semua orang, pertahankan harga minyak tetap rendah, saya mengawasi! Anda bermain sesuai keinginan musuh, jangan lakukan itu."
Sementara itu, dikabarkan jika harga minyak mentah Brent acuan global mengalami fluktuasi pada hari Senin (23/6) kemarin. Harga minyak mentah melonjak hampir 6% ke level tertinggi dalam lima bulan di awal sesi.
Kemudian turun 7,3% saat Iran fokus menyerang pangkalan udara AS di Qatar tapi tidak mengganggu aliran minyak di wilayah tersebut.
Mengenal Selat Hormuz
Selat Hormuz adalah selat yang memisahkan Iran dengan Uni Emirat Arab (UEA). Selat ini terletak di antara Teluk Oman dan Teluk Persia. Lebar selat ini pada titik tersempitnya hanya mencapai 54 km.
Selat ini merupakan satu-satunya jalur untuk mengirim minyak keluar dari Teluk Persia. Menurut U.S. Energy Information Administration, setiap hari 15 kapal tanker yang membawa 16.5 hingga 17 juta barel minyak bumi melewati selat ini.
Secara geografis, selat Hormuz dikuasai oleh tiga negara, yaitu Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA). Kawasan pesisir utara Selat Hormuz ini adalah wilayah Iran, sedangkan bagian selatannya milik Oman dan UEA.