Bahaya Tramadol Ilegal Dapat Ganggu Sistem Saraf dan Berpotensi Menyebabkan Kematian
Penggunaan tramadol yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf dan bahkan berisiko mengakibatkan kematian.
Tramadol merupakan obat analgesik yang termasuk dalam golongan opioid sintetis lemah. Dalam konteks medis, obat ini digunakan secara legal untuk mengatasi nyeri dengan intensitas sedang hingga berat. Secara farmakologi, tramadol berfungsi dengan dua cara, yaitu menekan persepsi nyeri dan memodulasi transmisi nyeri di sistem saraf pusat.
"Nah, karena ada efek pada sistem saraf pusat, maka tramadol ini termasuk dalam kategori obat keras yang harus disertai resep dokter ketika hendak digunakan," kata Eks konsultan The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH, Ph.D., kepada Health Liputan6.com melalui pesan suara, dikutip pada Minggu (12/4/2026).
Namun, di tengah masyarakat, tramadol ilegal sering kali beredar dan disalahgunakan. Hal ini sangat berbahaya karena obat ini dapat memberikan efek negatif jika dikonsumsi tanpa pengawasan.
"Bahaya konsumsi tramadol tanpa resep tentu sangat serius karena ini ada potensi penggunaan ilegal tanpa indikasi medis dan tanpa pengawasan. Dan ini sangat berisiko terutama pada remaja dan dewasa muda yang sistem neurologisnya masih berkembang," jelas Dicky.
"Apa bahayanya? Pertama risiko akutnya itu bisa mendepresi sistem saraf pusat akibatnya bisa mengantuk berat dan menurun kesadarannya. Kalau dia sedang bekerja, ini bisa celaka. Celaka dia sendiri atau mencelakakan orang lain," tambahnya.
Tramadol
Salah satu risiko yang sangat serius dari penggunaan tramadol adalah depresi pernapasan, yang dapat berakibat fatal atau bahkan menyebabkan kematian jika dosisnya terlalu tinggi.
"Risiko akut lainnya adalah kejang dan ini risiko khas tramadol, bahkan pada dosis relatif rendah ini bisa menyebabkan kejang." Selain itu, ada masalah lain yang mungkin timbul, seperti agitasi yang ditandai dengan rasa gelisah, hipertermia yang merupakan peningkatan suhu tubuh, tremor yang menyebabkan gemetar, serta takikardia yang ditandai dengan jantung berdebar.
Penggunaan tramadol harus dilakukan dengan sangat hati-hati, terutama pada dosis tinggi, karena dapat memicu berbagai efek samping yang berbahaya. Kondisi seperti kejang yang disebutkan sebelumnya bisa terjadi bahkan pada dosis yang tidak terlalu tinggi, sehingga penting untuk memantau reaksi tubuh dengan seksama. Jika ada gejala seperti gelisah atau peningkatan suhu tubuh, segera konsultasikan kepada tenaga medis. Mengingat potensi risiko ini, kesadaran akan efek samping tramadol sangat penting bagi pengguna dan petugas kesehatan.
Penggunaan tramadol secara ilegal dapat menimbulkan risiko kesehatan yang kronis
Selain risiko yang bersifat akut, penggunaan tramadol secara sembarangan juga dapat menimbulkan risiko kronis atau dampak jangka panjang. "Nah, risiko jangka panjangnya berupa gangguan kognitif, terganggu ingatannya, banyak lupa, boro-boro mau belajar konsentrasi juga sulit. Kalau masih sekolah ya bisa sangat terganggu, ketinggalan jauh, bahkan putus sekolah."
Selain itu, terdapat risiko gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan (anxiety). Tambahan lagi, penggunaan tramadol juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, terutama hati dan ginjal. Hati berfungsi untuk mendetoksifikasi atau mengeluarkan racun dari dalam tubuh, sedangkan ginjal berperan dalam menyaring racun tersebut. Jadi, kedua organ ini adalah yang paling terpengaruh oleh penggunaan tramadol secara ilegal.
"Apalagi jika tramadolnya digunakan dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan ketergantungan, adiksi. Juga bisa mendorong perilaku berisiko tinggi seperti kriminalitas dan eksploitasi seksual yang mengundang masalah lain seperti penyakit menular seksual," ujar Dicky.