Selama 471 Hari Perang Genosida di Gaza, Israel Bunuh 61.000 Warga Palestina
Sekitar 10.000 jasad diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang dibombardir pasukan penjajah Israel.
Kantor media pemerintah di Jalur Gaza, Palestina, mengungkap jumlah terbaru korban kebrutalan Israel selama perang genosida berlangsung selama sekitar 471 hari di wilayah kantong tersebut. Israel membunuh lebih dari 61.000 warga Palestina di Gaza selama perang berlangsung. Sebagian besar korban ini adalah perempuan dan anak-anak.
“Perang pemusnahan Israel menyebabkan lebih dari 2 juta warga Palestina mengungsi dari rumah mereka," jelas kantor media tersebut, dikutip dari The Cradle, Senin (3/2).
Tak hanya itu, lebih dari 150.000 unit perumahan juga hancur akibat pengeboman Israel.
"Penjajah (Israel) melakukan 9.268 pembantaian terhadap keluarga-keluarga (Palestina) selama perang pemusnahan di Jalur Gaza," papar pernyataan tersebut.
Sebelumnya dilaporkan sekitar 10.000 orang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan di Gaza, menurut Kepala Badan Pertahanan Sipil, Mahmoud Basal.
Setelah gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Minggu (19/1), proses pencarian jasad warga Palestina yang tertimbun reruntuhan bangunan dimulai. Sampai saat ini sekitar 200 jasad ditemukan dan diangkat dari balik timbunan reruntuhan. Proses pencarian jasad warga Palestina ini dilakukan Badan Pertahanan Sipil Gaza dan staf medis, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (23/1).
Berdasarkan data PBB, pembersihan lebih dari 50 juta ton puing-puing yang tersisa akibat pengeboman Israel bisa memakan waktu 21 tahun dan menelan biaya hingga USD1,2 miliar atau sekitar Rp19,4 triliun.