Warga yang mengungsi membakar kertas buku yang dikumpulkan dari Universitas Islam yang hancur untuk memasak makanan di Kota Gaza Palestina, (21/03/2025) waktu setempat. (AFP/ Omar Al-Qattaa)
ADVERTISEMENT
Warga yang mengungsi membakar kertas buku yang dikumpulkan dari Universitas Islam yang hancur untuk memasak makanan di Kota Gaza Palestina, (21/03/2025) waktu setempat. Situasi di Gaza saat ini sangat memprihatinkan paska serangan Israel pada pada Senin (17/3) malam, yang menewaskan lebih dari 700 warga Palestina, termasuk 200 wanita dan anak-anak. Sekitar 70.000 orang saat ini mengungsi dan masih ada banyak lagi yang terdampak oleh perintah evakuasi terbaru dari Israel.
Hampir 50.000 warga Palestina telah tewas, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan lebih dari 112 ribu orang terluka dalam serangan militer brutal Israel di Gaza sejak Oktober 2023.
Warga yang mengungsi membakar kertas buku yang dikumpulkan dari Universitas Islam yang hancur untuk memasak makanan di Kota Gaza Palestina, (21/03/2025) waktu setempat. AFP/ Omar Al-QattaaWarga yang mengungsi membakar kertas buku yang dikumpulkan dari Universitas Islam yang hancur untuk memasak makanan di Kota Gaza Palestina, (21/03/2025) waktu setempat. AFP/ Omar Al-QattaaWarga yang mengungsi membakar kertas buku yang dikumpulkan dari Universitas Islam yang hancur untuk memasak makanan di Kota Gaza Palestina, (21/03/2025) waktu setempat. AFP/ Omar Al-QattaaWarga yang mengungsi membakar kertas buku yang dikumpulkan dari Universitas Islam yang hancur untuk memasak makanan di Kota Gaza Palestina, (21/03/2025) waktu setempat. AFP/ Omar Al-QattaaWarga yang mengungsi membakar kertas buku yang dikumpulkan dari Universitas Islam yang hancur untuk memasak makanan di Kota Gaza Palestina, (21/03/2025) waktu setempat. AFP/ Omar Al-QattaaWarga yang mengungsi membakar kertas buku yang dikumpulkan dari Universitas Islam yang hancur untuk memasak makanan di Kota Gaza Palestina, (21/03/2025) waktu setempat. AFP/ Omar Al-QattaaWarga yang mengungsi membakar kertas buku yang dikumpulkan dari Universitas Islam yang hancur untuk memasak makanan di Kota Gaza Palestina, (21/03/2025) waktu setempat. AFP/ Omar Al-QattaaWarga yang mengungsi membakar kertas buku yang dikumpulkan dari Universitas Islam yang hancur untuk memasak makanan di Kota Gaza Palestina, (21/03/2025) waktu setempat. AFP/ Omar Al-Qattaa
Jumlah korban diperkirakan masih terus bertambah karena banyak korban hingga kini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan.
Jumlah korban tewas di Jalur Gaza terus melonjak, kini mencapai puluhan ribu orang. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, menunjukkan skala tragedi kemanusiaan.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan korban agresi Israel di Gaza mencapai 65.062 jiwa dan 165.697 luka-luka. Konflik ini bermula dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kantor Media Pemerintah, disebutkan bahwa Israel sejak 11 Agustus 2025 telah menargetkan kawasan permukiman di Kota Gaza.
Lima orang, termasuk anak-anak dan perempuan, tewas dalam serangan yang menghantam tenda-tenda pengungsi di kawasan al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan.
Sedikitnya 24 warga Gaza Palestina tewas dan puluhan lainnya cedera setelah militer Israel melepaskan tembakan di selatan Wadi Gaza, Selasa dini hari (24/06).