Putri Mahkota Norwegia Minta Maaf Usai Akui Pernah Berteman dengan Jeffrey Epstein
Nama putri mahkota Norwegia, Mette-Marit, pernah menjadi sorotan karena hubungan masa lalunya dengan Jeffrey Epstein.
Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, telah mengeluarkan permintaan maaf publik setelah terungkapnya bahwa ia menjalin komunikasi selama beberapa tahun dengan Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual yang telah meninggal.
Permintaan maaf ini disampaikan di tengah meningkatnya tekanan dari masyarakat yang meminta Istana Kerajaan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hubungan tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Jumat (6/2/2026), Mette-Marit menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada rakyat Norwegia dan mengekspresikan penyesalan atas dampak yang ditimbulkan terhadap institusi monarki.
Ia juga meminta maaf secara khusus kepada Raja Harald V dan Ratu Sonja.
"Saya juga meminta maaf atas situasi yang telah saya timbulkan bagi Keluarga Kerajaan, terutama Raja dan Ratu," ungkap Mette-Marit dalam pernyataan tersebut, seperti yang dilansir dari laman BBC pada Sabtu (7/2).
Pernyataan tersebut muncul setelah terungkapnya ratusan email antara Mette-Marit dan Epstein dari tahun 2011 hingga 2014, yang dipublikasikan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat minggu lalu.
Korespondensi ini menunjukkan adanya hubungan yang cukup dekat, termasuk rencana untuk bertemu secara langsung dan kunjungan Mette-Marit selama empat hari ke rumah Epstein di Palm Beach, Florida, ketika Epstein tidak ada di tempat.
Isi pesan yang bersifat akrab ini mengejutkan publik Norwegia, mengingat Mette-Marit tampaknya menyadari bahwa Epstein pernah menjalani hukuman penjara pada tahun 2008 karena kasus kejahatan seksual.
Dalam salah satu email yang dikirim pada Oktober 2011, Mette-Marit mengakui telah mencari informasi mengenai Epstein di internet dan menyatakan bahwa rekam jejaknya tidak terlihat terlalu baik.
Meskipun Istana sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan singkat yang menyatakan bahwa Putri Mahkota menyesali penilaian yang buruk, tekanan dari publik untuk mendapatkan klarifikasi lebih rinci terus meningkat.
Dalam pernyataan terbaru, istana menyebut bahwa Mette-Marit sangat terpukul karena tidak menyadari lebih awal siapa Epstein sebenarnya.
"Ia ingin memberikan penjelasan yang lebih lengkap, tetapi saat ini berada dalam situasi yang sangat sulit dan membutuhkan waktu untuk menenangkan diri," demikian bunyi pernyataan dari istana.
Sementara itu, Raja Harald V dan Ratu Sonja, yang kini berusia 88 tahun, belum memberikan komentar publik terkait isu ini. Raja diketahui telah bertemu dengan Perdana Menteri Jonas Gahr Støre pada hari Jumat, bersama dengan Putra Mahkota Haakon.
Haakon mengatakan kepada wartawan bahwa istrinya ingin berbicara langsung kepada publik, namun saat ini belum memungkinkan.
"Saat ini dia tidak bisa, dan saya juga mengatakan bahwa dia tidak diizinkan," ujarnya secara singkat.
Kontroversi ini muncul di tengah tekanan lain yang dihadapi oleh keluarga kerajaan. Putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, Marius Borg Hiby, kini tengah menghadapi persidangan besar yang menarik perhatian nasional.
Pria berusia 29 tahun itu menghadapi 38 dakwaan, termasuk empat tuduhan pemerkosaan yang ia bantah.
Kesaksian di Pengadilan
Marius, meskipun tidak secara resmi menjadi anggota keluarga kerajaan, tumbuh di lingkungan istana bersama Putri Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus.
Persidangan yang diperkirakan berlangsung selama tujuh minggu ini telah dimulai di Oslo. Jika terbukti bersalah, ia berisiko menghadapi hukuman penjara minimal sepuluh tahun.
Dua hari sebelum persidangan dimulai, Marius kembali ditangkap karena dugaan penyerangan, mengacungkan pisau, dan melanggar perintah penahanan.
Saat memberikan kesaksian di pengadilan, ia menunjukkan emosi dan mengungkapkan bahwa ia telah menghadapi tekanan media sejak usia tiga tahun.
Putra Mahkota Haakon menyatakan bahwa prioritas utama keluarganya saat ini adalah menjaga kebersamaan.
"Banyak hal terjadi dalam keluarga kami. Hal terpenting adalah menjaga keluarga. Kami mendukung Marius dalam situasi yang ia hadapi, dan kami juga harus menjaga anak-anak lainnya, termasuk memastikan Putri Mahkota mendapat perhatian," ujarnya.
Tekanan yang dihadapi Mette-Marit juga semakin berat karena kondisi kesehatannya. Ia diketahui menderita fibrosis paru-paru, dan tim medis sedang mempersiapkan proses untuk memasukkannya ke dalam daftar tunggu transplantasi paru-paru.
Di sisi lain, Putri Ingrid Alexandra, yang merupakan pewaris kedua takhta Norwegia, juga menyoroti pemberitaan media melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dalam pernyataan panjang yang dikutip oleh media lokal, ia menekankan pentingnya tidak membuat tuduhan tanpa bukti dan mengecam serangan pribadi yang terus berulang. Saat dimintai tanggapan mengenai unggahan tersebut, pihak istana menyatakan bahwa mereka tidak akan memberikan komentar lebih lanjut.