Netizen Geger, Beredar Foto Pangeran Muhammad bin Salman dengan Pelaku Kejahatan Seksual Anak Jeffrey Epstein
Epstein pernah mengaku punya hubungan dekat dengan Pangeran MBS.
Sebuah foto Pangeran Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS), yang dipajang di dalam rumah milik pelaku kejahatan seksual terhadap anak, Jeffrey Epstein, memicu gelombang kemarahan di media sosial.
Harian The New York Times pada kemarin memicu badai kritik setelah mengungkap sebuah foto berbingkai Muhammad bin Salman yang terpajang di dalam rumah mewah milik Epstein di New York City.
Artikel tersebut membawa pembaca masuk ke dalam rumah Epstein yang memiliki tujuh lantai di Manhattan, memperlihatkan kamera pengintai di atas tempat tidurnya dan di kamar-kamar lain, binatang-binatang yang diawetkan, serta karya seni provokatif termasuk patung pengantin wanita yang menggenggam tali dan tergantung dari langit-langit di atrium.
Tidak terkejut
Pengungkapan adanya foto sang pangeran putera mahkota di dalam rumah Epstein langsung memicu gelombang kritik di media sosial.
Dilansir Middle East Eye, Rabu (6/8), banyak pengguna media sosial mengaku tidak terkejut. Salah satu pengguna berkomentar tentang foto lain yang menunjukkan Muhammad bin Salman bersama George Nader, seorang kriminal terpidana dan pelaku pedofilia berantai.
“Setiap kali Muhammad Bonesaw tidak sedang mengatur pembunuhan jurnalis (merujuk pada jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi) dan melarutkan tubuh mereka dalam asam, dia tampaknya senang berpose dengan para pedofil.”
Pengguna lain berkomentar, “Secara pribadi, saya rasa ini yang paling tidak mengejutkan dari semuanya.”
Beberapa orang mempertanyakan reaksi publik secara keseluruhan.
“Apakah MBS pernah dianggap sebagai pemimpin moral dalam hal apa pun?” tanya seorang pengguna, sementara yang lain mengaitkan skandal ini dengan sikap diam Arab Saudi terhadap perang yang sedang berlangsung di Gaza — yang kini dikualifikasikan sebagai genosida oleh sejumlah negara, pakar HAM, dan institusi internasional.
Gaza
Seorang pengguna Reddit menulis, “Kalau ini benar, banyak hal yang akhirnya masuk akal kenapa tidak ada respons militer yang terkoordinasi terhadap genosida [di Gaza].”
Epstein sendiri disebut-sebut banyak kalangan sebagai agen Mossad Israel yang ditugaskan untuk memeras banyak tokoh dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump lewat skandal kejahatan seksual anak.
Unggahan lain di X (sebelumnya Twitter) menambahkan: “Inilah mengapa dia mendukung ‘Israel’.”
Kritik pun semakin meluas seiring publik mengaitkan foto itu dengan tuduhan lama tentang kolaborasi antara negara-negara Teluk dan Israel.
Sam Youssef, penulis dan editor urusan Amerika dan Internasional, bertanya: “Sekarang kamu paham kenapa para penguasa Arab tunduk kepada Netanyahu dan Mossad?”
Yang lain melihat foto itu sebagai simbol pengkhianatan kawasan Timur Tengah.
“Pada dasarnya, Penjaga Dua Masjid Suci (Masjidil Haram dan Nabawi) sedang dikendalikan oleh agen Israel. Itulah kenapa rakyat Palestina tak berdaya hari ini. Tapi tidak akan lama lagi,” tulis seseorang.
Banyak yang mengungkapkan keterkejutan dan kekhawatiran atas kedekatan yang tampak antara pangeran mahkota Saudi dengan Epstein. Namun, hubungan antara Epstein dan Muhammad bin Salman bukanlah hal baru.
Setahun sebelum kematiannya — yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri pada 2019 — Epstein pernah membanggakan kedekatannya dengan pangeran MBS dalam wawancara dengan The New York Times.
MBS bukan satu-satunya tokoh penting yang fotonya ditemukan di dalam rumah Epstein.
Foto berbingkai dari Presiden AS Donald Trump; mantan Presiden Bill Clinton; Paus Yohanes Paulus II; Mick Jagger; Elon Musk; Fidel Castro; CEO DP World asal UEA, Sultan Ahmed Bin Sulayem; dan mantan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim bin Jabr al-Thani juga ditemukan di rumah tersebut.
Pada tahun 2008, Epstein dihukum di Florida karena meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur dan hanya menjalani 13 bulan penjara berkat perjanjian pembelaan yang kontroversial. Satu dekade kemudian, ia kembali ditangkap atas tuduhan federal terkait perdagangan seks anak di bawah umur, dengan dakwaan telah melecehkan puluhan gadis antara tahun 2002 hingga 2005 di rumah-rumahnya di New York dan Palm Beach.
Pada 6 Juli 2019, Epstein ditangkap dan ditahan di Metropolitan Correctional Center, New York, sambil menunggu persidangan. Ia meninggal di dalam sel pada 10 Agustus 2019.
Kematian Epstein tidak menghentikan pengawasan publik. Hubungannya dengan tokoh-tokoh berpengaruh, termasuk mantan presiden AS, anggota kerajaan, dan para miliarder, terus memicu spekulasi tentang seberapa luas jaringan kekuasaannya dan apakah keadilan benar-benar ditegakkan.