Mesir Geger Pulau Epstein di Tempat Dugem, Cewek-Cewek Digratiskan Masuk
Klub malam yang ada di Mesir juga menawarkan akses gratis untuk wanita.
Otoritas Mesir telah menghentikan rencana penyelenggaraan acara klub malam yang bertemakan Jeffrey Epstein dan menangkap individu yang diduga terlibat dalam penyelenggaraan tersebut pada Selasa (10/2/2026). Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan bahwa acara ini tidak memiliki izin resmi dan memicu perdebatan luas di media sosial.
Acara yang dipromosikan dengan judul "Sehari di Pulau Epstein" itu seharusnya berlangsung pada hari yang sama. Dalam materi promosi yang beredar di internet, disebutkan bahwa perempuan diperbolehkan masuk secara gratis, seperti yang dikutip dari laman New Arab pada Rabu (11/2).
Kementerian Dalam Negeri menegaskan dalam pernyataannya bahwa acara tersebut diiklankan tanpa persetujuan dari pihak berwenang. Dalam pengumuman tersebut, aparat juga merilis foto buram seorang pria yang disebut sebagai penyelenggara yang telah ditangkap, serta selebaran promosi acara itu.
Dikecam
Meski demikian, ketika dihubungi oleh kantor berita AFP melalui nomor telepon yang tercantum pada selebaran, pihak klub malam membantah keterlibatan mereka dalam acara tersebut. Salah satu dari tiga DJ yang namanya tertera dalam promosi juga menyatakan bahwa ia tidak terlibat.
Kontroversi ini semakin mencuat setelah muncul video seorang aktivis hak-hak perempuan yang mengecam tema acara tersebut. Aktivis itu menilai penggunaan nama Epstein sebagai tema pesta sangat tidak pantas, mengingat latar belakang kriminal pengusaha asal Amerika Serikat tersebut.
Pihak berwenang Mesir belum memberikan rincian mengenai pasal hukum yang diterapkan terhadap penyelenggara acara tersebut. Namun, tindakan cepat aparat mencerminkan kepekaan otoritas terhadap isu-isu yang dianggap dapat memicu kegaduhan di masyarakat.
Epstein Files Dirilis
Jeffrey Epstein sendiri meninggal di sel tahanannya di Amerika Serikat pada Agustus 2019, dan kematiannya secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri. Namanya kembali menjadi sorotan setelah dokumen-dokumen terkait kasusnya dirilis secara daring.
Berkas yang memiliki ukuran 2,8 gigabyte tersebut mencakup rekaman interogasi, catatan penerbangan, serta dokumen pengadilan. Sejumlah nama tokoh ternama, termasuk anggota keluarga kerajaan Eropa, diplomat, dan mantan kepala negara, disebutkan dalam dokumen tersebut.
Publikasi berkas ini kembali memicu perhatian terhadap jaringan pergaulan Epstein, yang pada tahun 2008 mengaku bersalah atas tuduhan menyediakan anak di bawah umur untuk praktik prostitusi.