Sipir Penjara Epstein Bawa Mayat Palsu untuk Kelabui Wartawan, Jasad Asli di Mobil Lain
Menurut dokumen yang baru dibuka ke publik petugas penjara melakukan hal itu karena banyaknya kerumunan wartawan di luar penjara.
Sipir penjara yang mengawasi Jeffrey Epstein diduga menggunakan “jasad palsu” untuk mengecoh media yang menunggu di luar penjara, sementara jenazah asli terpidana kejahatan seksual itu diam-diam dimuat ke dalam sebuah van tanpa disadari, demikian klaim berkas yang baru dibuka ke publik.
Para sipir penjara yang mengawasi Jeffrey Epstein menggunakan tubuh umpan untuk menyesatkan para jurnalis yang berkumpul di luar penjara setelah kematiannya, sementara jenazah aslinya dikeluarkan secara rahasia menggunakan kendaraan terpisah, menurut dokumen yang baru dibuka segelnya.
Dikuti Daily Mail, Selasa (10/2), menurut sebuah memo internal, seorang supervisor penjara mengatakan kepada agen FBI bahwa staf di Metropolitan Correctional Center (MCC) Manhattan merekayasa tipu daya tersebut di tengah kehadiran media yang sangat besar setelah kematian Epstein yang disebut sebagai bunuh diri pada 2019.
Kendaraan Berwarna Hitam
Dokumen tersebut menyebutkan bahwa kotak-kotak dan seprai disusun sedemikian rupa hingga menyerupai tubuh manusia, lalu dimuat ke dalam sebuah van putih bertanda milik Office of the Chief Medical Examiner (OCME). Hal ini membuat para wartawan mengikuti kendaraan tersebut saat pergi meninggalkan lokasi.
Tanpa diketahui media, jenazah Epstein yang sebenarnya justru dimasukkan ke dalam sebuah kendaraan berwarna hitam yang meninggalkan fasilitas penjara tanpa menarik perhatian, sehingga petugas dapat memindahkan jenazah itu secara tertutup.
Dugaan pengelabuan ini dilakukan setelah seorang pejabat memperingatkan para sipir tentang banyaknya jurnalis yang berkumpul di luar penjara dan mengatakan bahwa ia akan datang ke area bongkar-muat dengan kendaraan hitam terpisah untuk mengambil jenazah tersebut.
Catatan tersebut juga mengungkap bahwa para penyelidik menyoroti sebuah catatan tulisan tangan yang ditemukan di dalam sel Epstein saat kematiannya, yang oleh pemeriksa medis tidak diperlakukan sebagai surat bunuh diri.
Banyaknya Kehadiran Wartawan
Catatan tersebut, yang menurut penyelidik “sulit dibaca”, tampaknya berisi daftar keluhan tentang kondisi penjara, termasuk makanan, fasilitas mandi, dan keberadaan serangga.
Dokumen-dokumen itu, yang merupakan bagian dari sekitar tiga juta arsip yang baru dirilis, menggambarkan bagaimana para petugas merespons besarnya kehadiran media di luar penjara dalam beberapa jam setelah kematian Epstein.
Setelah Epstein dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit, jenazahnya dikembalikan ke dalam tahanan federal di penjara sementara pengaturan dilakukan untuk pemindahannya ke Office of the Chief Medical Examiner.
Salah satu catatan wawancara menyebutkan bahwa karena “kehadiran media yang sangat besar”, staf menyusun rencana untuk “menggagalkan” para wartawan saat jenazah dikeluarkan.
Kotak dan Seprai
Menurut dokumen tersebut, para petugas “menggunakan kotak dan seprai untuk membuat sesuatu yang tampak seperti tubuh manusia, yang kemudian dimasukkan ke dalam kendaraan putih OCME yang diikuti oleh pers, sehingga kendaraan hitam yang membawa jenazah Epstein dapat pergi tanpa disadari.”
Bagian lain dari arsip tersebut menjelaskan bahwa para petugas ditempatkan di sebuah fasilitas aman yang terhubung dengan penjara, tempat jenazah Epstein dijaga sementara proses pengambilan sidik jari dan prosedur lain dilakukan sebelum pemindahan.
Epstein ditahan di Metropolitan Correctional Center di New York atas tuduhan perdagangan seks saat ia meninggal pada 10 Agustus 2019.
Ia ditemukan tidak sadarkan diri di dalam selnya pada pagi hari oleh para sipir penjara. Setelah upaya CPR dilakukan, ia dilarikan ke New York Downtown Hospital, tempat ia dinyatakan meninggal dunia.
Kelalaian Sipir Penjara
Pemeriksa medis Kota New York menyimpulkan bahwa kematian Epstein adalah bunuh diri dengan cara gantung diri, sebuah kesimpulan yang berulang kali dipertanyakan menyusul serangkaian kelalaian di dalam penjara.
Kelalaian tersebut termasuk sipir yang tertidur saat bertugas dan kamera pengawas yang tidak berfungsi, masalah-masalah yang kemudian menjadi fokus berbagai penyelidikan.
Catatan penjara menunjukkan bahwa para sipir yang ditugaskan mengawasi Epstein tidak melakukan pemeriksaan rutin sebagaimana diwajibkan pada jam-jam malam sebelum jasadnya ditemukan.
Pemeriksaan terjadwal pada pukul 03.00 dan 05.00 dini hari terlewatkan, menurut temuan resmi.
Selain itu, kamera-kamera yang dipasang di luar sel Epstein tidak berfungsi dengan baik pada malam tersebut.
Penyelidik kemudian memastikan bahwa setidaknya dua kamera pengawas mengalami gangguan, sehingga menimbulkan celah besar dalam pemantauan visual area tersebut.
Akibat kelalaian-kelalaian itu, para pejabat tidak dapat menetapkan garis waktu yang pasti mengenai saat-saat terakhir kehidupan Epstein.