Dokumen FBI Ungkap Epstein Danai Organisasi yang Terkait dengan Militer Israel
Epstein juga mendanai lembaga pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki.
Dokumen FBI yang dipublikasikan di situs Departemen Kehakiman Amerika Serikat menunjukkan bahwa miliarder pedofil Jeffrey Epstein mendanai kelompok Friends of Israel Defense Forces (FIDF) serta organisasi pembangunan permukiman Jewish National Fund (JNF).
Analisis pendapatan dan transfer dana ke organisasi nirlaba yang dirilis FBI menunjukkan terpidana pelaku kejahatan seksual tersebut membiayai FIDF, yang disebut sebagai organisasi penggalang dana bagi prajurit aktif dan veteran militer Israel (IDF).
Laman Middle East Eye melaporkan, Minggu (8/2), dalam situs resminya, FIDF menyatakan bahwa mereka “mendanai program bagi prajurit tempur yang bertujuan mengurangi tekanan finansial, ketidakamanan ekonomi, atau gangguan lain, sehingga para prajurit dapat sepenuhnya fokus pada misi militer yang kompleks.”
Dilatih Jadi Mata-Mata
Organisasi tersebut juga memfasilitasi program donasi Adopt a Brigade dan menghubungkan donatur secara langsung dengan satuan militer pilihan untuk memberikan dukungan yang disebut sebagai “kritis”.
Pada 2008, media hiburan milik New York Post, Page Six, melaporkan bahwa Epstein saat berada di Israel untuk perayaan Paskah Yahudi melakukan “tur ke pangkalan-pangkalan militer bersama [ketua Friends of Israel] Benny Shabtai” serta bertemu ilmuwan Israel.
Menurut dokumen FBI, pria berusia 66 tahun itu—yang disebut “pernah dilatih sebagai mata-mata” di bawah mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak—juga mendanai badan pembangunan permukiman terbesar di Palestina yang diduduki, yakni Jewish National Fund (JNF).
Visi jangka panjang JNF mencakup “membangun komunitas baru di wilayah gurun”, “meningkatkan populasi di Israel utara”, serta “membawa ribuan orang ke Israel setiap tahun melalui misi dan perjalanan”.
Organisasi tersebut mengklaim telah menyediakan infrastruktur bagi lebih dari 1.000 komunitas, serta menyatakan misinya untuk membangun masa depan yang kuat bagi tanah dan rakyat Israel melalui berbagai inisiatif besar dan pendidikan Zionis.
Cabang JNF di Inggris, yang mencantumkan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai pelindung kehormatan, sebelumnya menuai kritik tajam atas kegiatannya, termasuk donasi sebesar £1 juta kepada apa yang disebut sebagai “milisi terbesar Israel”.
Lebih dari 1000 Perempuan dan Anak-Anak
Epstein, yang memiliki hubungan dekat dengan banyak tokoh Israel, juga pernah menjamu miliarder Uni Emirat Arab Sultan Ahmed bin Sulayem—CEO operator pelabuhan internasional Dubai, DP World—di pulau pribadinya di Karibia, Little Saint James.
Pulau tersebut diketahui digunakan sebagai basis operasi jaringan perdagangan seks yang dijalankan Epstein.
Dalam memo FBI pada Juli 2025, lembaga itu menyebutkan bahwa hasil peninjauan berkas menemukan Epstein telah memanfaatkan lebih dari 1.000 perempuan dan anak-anak, yang mengaku mengalami pelecehan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.
Ehud Barak, yang menjabat sebagai Perdana Menteri Israel pada 1999–2001, diketahui bermitra dengan Epstein pada 2015—bertahun-tahun setelah Epstein pertama kali divonis sebagai pelaku kejahatan seksual—untuk mendanai perusahaan rintisan keamanan Reporty Homeland Security, yang diketuai Barak dan kini berganti nama menjadi Carbyne.
Perusahaan Teknologi Palantir
Meski meremehkan hubungannya dengan Epstein dalam diskusi meja bundar bersama New York Times bulan lalu, nama Barak muncul sebanyak 4.078 kali dalam berkas Epstein.
Dokumen lain yang baru dirilis juga mengungkap bahwa Epstein dan Barak—yang pernah menjabat Menteri Pertahanan Israel pada 2007–2013—memiliki hubungan jangka panjang.
Berkas tersebut menunjukkan Epstein pernah memberi saran kepada Barak terkait perusahaan teknologi Palantir, meminta Barak membantu mencarikan pekerjaan bagi mantan menteri Inggris Lord Peter Mandelson di sebuah perusahaan energi, serta membahas biaya konsultasi “besar” yang akan dibayarkan kepada mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Pada Jumat lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menulis di platform X:
“Hubungan dekat yang tidak biasa antara Jeffrey Epstein dan Ehud Barak tidak menunjukkan bahwa Epstein bekerja untuk Israel. Justru sebaliknya.
“Selama bertahun-tahun, Barak secara obsesif berupaya merongrong demokrasi Israel dengan bekerja sama dengan kelompok kiri radikal anti-Zionis dalam upaya gagal menggulingkan pemerintah Israel yang terpilih. Obsesi pribadi Barak mendorongnya terlibat dalam berbagai aktivitas, baik terbuka maupun di balik layar, untuk melemahkan pemerintah Israel.”