Pulau Pedofil, Cerita-cerita Horor dari Pulau Epstein yang Bikin Merinding
Terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein dikenal memiliki pulau pribadi tempat dia menghabiskan sebagian waktunya diduga bersama anak-anak perempuan.
Penduduk setempat menyebutnya “Pulau Paedofil”. Jeffrey Epstein sendiri menyebutnya “Little St Jeff’s”.
Bagi dunia, Little St James lebih dikenal sebagai “Pulau Epstein” dan menurut para pengacara korban, pulau ini menjadi lokasi berbagai kejahatan terhadap anak perempuan di bawah umur.
Dunia kini tengah dikejutkan dengan berkas-berkas Epstein yang baru dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat pekan lalu. Dari serangkaian surelnya, terpidana kejahatan seksual itu diketahui banyak berhubungan dengan sejumlah tokoh dunia.
ABC News melaporkan, lebih dari 150 foto dan video dari pulau pribadi mewah milik Epstein dipublikasikan secara daring oleh politisi AS pada 3 November lalu.
Inilah yang diketahui tentang “tempat favorit” Epstein.
Epstein Menyukai Keterpencilan
Terpidana pelaku kejahatan seksual ini menggunakan dua pulau pribadinya — Little St James dan Great St James — sebagai tempat persembunyian pribadi sekaligus lokasi urusan bisnis.
Pada 2012, dalam sebuah presentasi bisnis, Epstein menyebut Kepulauan Virgin AS sebagai tempat yang “sempurna” karena “sangat terisolasi”.
Dalam presentasi yang sama, ia juga mengatakan, “Saya bukan orang gila.”
Beberapa hari setelah kematian Epstein pada 10 Agustus 2019, agen FBI dan penyidik Kepolisian New York menggerebek Little St James.
Penggeledahan tersebut menghasilkan “sejumlah besar material, termasuk lebih dari 300 gigabyte data serta barang bukti fisik”, menurut memo FBI.
Di Mana Letak Pulau-pulau Epstein?
Kedua pulau tersebut terletak berdampingan di Karibia dan hanya bisa diakses dengan helikopter atau kapal pribadi.
Dari Amerika Serikat, pesawat pribadi Epstein akan membawanya ke Bandara Internasional St Thomas, lalu ia melanjutkan perjalanan dengan helikopter menuju kedua pulau itu.
Little St James memiliki luas sekitar 28 hektare, sementara Great St James seluas 67 hektare.
Pada April 1998, sebuah perusahaan bernama LSJ membeli Little St James seharga US$7,95 juta (sekitar Rp12,3 miliar). Dokumen kemudian mengungkapkan bahwa Epstein adalah satu-satunya anggota perusahaan tersebut.
Great St James dibeli Epstein pada 2016 seharga US$22,5 juta.
Keduanya sering dikunjungi Epstein. Warga setempat menuduh ia membawa anak perempuan di bawah umur ke kedua pulau tersebut, namun sebagian besar tuduhan kejahatan terjadi di Little St James.
Apa yang Diduga Terjadi di Pulau Itu?
Virginia Giuffre mengklaim bahwa Pangeran Andrew Mountbatten Windsor memperkosanya di Little St James.
Rekan lama sekaligus mantan kekasih Epstein, Ghislaine Maxwell, dalam kesaksiannya kepada pemerintah AS mengatakan ia berada di pulau tersebut saat Andrew berkunjung, tetapi “tidak ada gadis di pulau itu” pada waktu tersebut.
Maxwell divonis bersalah pada 2021 atas tuduhan perdagangan seks, konspirasi, dan pengangkutan anak di bawah umur untuk aktivitas seksual ilegal.
Pengacara Maxwell pekan ini memberi tahu pengadilan New York bahwa ia berencana mengajukan permohonan pembebasan baru.
Menurut warga setempat, Epstein nyaris tidak berusaha menyembunyikan keberadaan gadis-gadis muda yang bepergian bersamanya ke pulau itu.
Naik Jet Pribadi dengan Anak-anak Perempuan
Pada 2019, setelah kematiannya, dua pegawai landasan udara di pulau tetangga St Thomas mengatakan kepada Vanity Fair bahwa mereka melihat Epstein naik pesawat bersama gadis-gadis muda.
“Dalam beberapa kesempatan saya melihat Epstein turun dari helikopter, berdiri di landasan dengan jelas terlihat dari menara, lalu naik ke jet pribadinya bersama anak-anak — anak perempuan,” ujar seorang pegawai anonim.
Pemerintah Kepulauan Virgin AS kemudian mengajukan gugatan perdata terhadap harta warisan Epstein, dengan tuduhan ia memperkosa dan memperdagangkan puluhan perempuan dan anak perempuan ke pulau tersebut.
Gugatan itu menyebut Epstein menggunakan pulau itu sebagai “tempat persembunyian sempurna” untuk memperdagangkan anak perempuan “demi perbudakan seksual, kekerasan terhadap anak, dan pelecehan seksual”.
Gugatan tersebut juga menuduh Epstein memiliki basis data komputer untuk melacak gadis-gadis yang bisa dikirim ke Little St James.
Melihat Bagian dalam Bangunan
Pada 3 November waktu setempat di AS, para politisi merilis foto dan video baru dari pulau pribadi Epstein.
Gambar-gambar yang dirilis anggota Partai Demokrat dari House Oversight Committee memperlihatkan kondisi bagian dalam bangunan di pulau tersebut.
Para Demokrat menyebutnya sebagai “foto dan video yang belum pernah dilihat sebelumnya dari pulau pribadi Epstein yang memberikan gambaran mengerikan di balik pintu tertutup Epstein.”
Ini bukan pertama kalinya publik melihat bagian dalam properti milik Epstein.
Pada Agustus 2025, The New York Times merilis foto-foto bagian dalam rumah townhouse tujuh lantai miliknya di Manhattan.
Pemandian ala Jepang
Sebuah kuil bergaris biru, jam matahari, dan patung sapi Holstein-Friesian yang bisa bergerak adalah tiga objek aneh yang ditemukan di Little St James.
Pulau ini juga memiliki beberapa kolam renang, lapangan tenis, helipad, dan sejumlah vila tamu.
Epstein juga membangun vila dengan perpustakaan, pemandian ala Jepang, dan bioskop.
Ia menghabiskan jutaan dolar untuk mengembangkan pulau tersebut selama masa kepemilikannya, lapor The New York Times mengutip dokumen pemerintah.
Sebuah memo dari kepala badan konservasi satwa liar pemerintah pada 2010 menyebut pembangunan properti Epstein di pulau itu memiliki “sejarah panjang pelanggaran berat dan terang-terangan terhadap peraturan lingkungan.”
Bangunan utama adalah sebuah mansion di titik paling utara pulau, yang diyakini sebagai tempat Epstein menginap saat berkunjung.
Kuil tersebut menjadi landmark paling terkenal di Little St James, namun fungsi sebenarnya masih belum jelas.
Dokumen perencanaan yang dikeluarkan Epstein pada 2010 menyebut bangunan itu sebagai paviliun musik yang akan menampung sebuah piano besar.
Apa yang Terjadi dengan Pulau-pulau Epstein?
Pada Maret 2022, kedua pulau tersebut dijual melalui agen properti Bespoke Real Estate yang berbasis di New York dengan harga US$125 juta.
Tak lama setelah itu, pengacara harta warisan Epstein mengonfirmasi bahwa hasil penjualan akan digunakan untuk menyelesaikan sejumlah gugatan hukum.
Pada Mei 2023, Stephen Deckoff, pendiri perusahaan ekuitas swasta Black Diamond Capital Management, membeli kedua pulau itu seharga US$60 juta.
Ia mengatakan tidak pernah bertemu Epstein dan belum pernah menginjakkan kaki di pulau tersebut hingga properti itu dipasarkan.
Kepada Forbes, Deckoff mengaku berencana membangun resor mewah 25 kamar di lokasi itu.
“Saya bangga menyebut Kepulauan Virgin AS sebagai rumah selama lebih dari satu dekade dan sangat senang dapat menghadirkan destinasi kelas dunia yang tetap menghormati keindahan alamnya,” katanya.
“Saya sangat menantikan kerja sama dengan Kepulauan Virgin AS untuk mewujudkan impian ini.”