Kepala Keamanan Iran Ungkap Konspirasi 'Geng' Epstein Bakal Ciptakan Insiden 9/11 Lalu Tuduh Teheran Pelakunya

Pejabat senior di Iran memanggil para elit politik Washington dengan sebutan Jeffrey Epstein, seorang pelaku pedofilia yang sempat bikin geger.

Henni Rachma Sari
Oleh Henni Rachma Sari - Reporter
Kepala Keamanan Iran Ungkap Konspirasi 'Geng' Epstein Bakal Ciptakan Insiden 9/11 Lalu Tuduh Teheran Pelakunya
Kepala Keamanan Iran Ungkap Konspirasi 'Geng' Epstein Bakal Ciptakan Insiden 9/11 Lalu Tuduh Teheran Pelakunya (Merdeka.com)

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani mengungkap telah mendengar konspirasi yang bakal dilancarkan geng Epstein. Nantinya, para elit Washington yang disebutnya geng Epstein bakal menciptakan insiden 9/11 atau 11 September dan nantinya bakal mengkambinghitamkan Iran.

"Saya mendengar bahwa anggota jaringan Epstein yang tersisa telah merancang konspirasi untuk menciptakan insiden serupa dengan 9/11 dan menyalahkan Iran atas hal itu," tulis Larijani melalui akun X dikutip middleeasteye.net, Senin (16/3).

Larijani menegaskan sejak awal Iran tidak berperang dengan rakyat Amerika. Iran membela negaranya dari agresi yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Iran pada dasarnya menentang skema teroris semacam itu dan tidak berperang dengan rakyat Amerika. Kami membela negara kami dari agresi yang dilancarkan oleh AS dan Israel. Iran berdiri tegak dalam melakukan hal itu untuk memberi pelajaran kepada para agresor," tambahnya.

Larijani juga menyentil pernyataan dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang menyarankan para pemimpin Iran bersembunyi seperti 'tikus' selama perang.

Para pejabat Iran telah tampil di depan umum pada rapat umum Hari Al-Quds tahunan di Teheran pada tanggal 13 Maret, di mana massa berbaris untuk mendukung Palestina.

"Tuan Hegseth! Para pemimpin kami telah, dan masih, berada di tengah rakyat. Tetapi para pemimpin Anda? Di pulau Epstein!" tulis Larijani di X.

Kementerian Luar Negeri Iran menggemakan retorika tersebut sebelumnya pada hari yang sama, menggambarkan serangan AS dan Israel terhadap Iran sebagai serangan oleh "geng Epstein".

Operasi Kemarahan Epstein

Pesan ini telah mendapatkan daya tarik dalam wacana politik Iran karena berkas-berkas besar yang mendokumentasikan hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh di Amerika Serikat terus beredar di seluruh dunia.

Epstein, seorang pengusaha keuangan yang memiliki hubungan dengan Israel dan Mossad, menyalahgunakan dan memperdagangkan ratusan wanita dan gadis muda, serta mempertahankan hubungan dengan individu-individu kaya dan berpengaruh di bidang politik dan bisnis sebelum kematiannya pada tahun 2019.

Para pejabat Iran telah berulang kali menggunakan skandal ini untuk menyerang kepemimpinan Washington dan melemahkan otoritas moralnya selama konflik tersebut.

Iran akan Menentukan Nasibnya Sendiri

Epstein Files: New Emails Reveal Shocking Details of Donald Trump Connections
The US Oversight Committee released an additional 20,000 pages of Epstein files in November 2025, including emails that named Donald Trump. Here are the full details! @ 2025 merdeka.com

Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf ikut mengecam setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan keinginannya untuk memengaruhi pemilihan pemimpin tertinggi Iran berikutnya menyusul kematian Ayatollah Ali Khamenei di awal perang.

"Nasib Iran tercinta akan ditentukan sepenuhnya oleh bangsa Iran yang bangga, bukan oleh geng Epstein," tulis Ghalibaf di X.

Operasi Epic Fury

Retorika tersebut juga menyebar luas secara daring. Beberapa pengguna media sosial berspekulasi bahwa kampanye militer AS, yang secara resmi dinamai "Operasi Epic Fury", berfungsi sebagai pengalihan politik dari kontroversi domestik seputar jaringan Epstein. Di dunia maya, perang tersebut dijuluki "Operasi Epstein Fury".

Komentator sayap kanan Candace Owens memperkuat wacana tersebut beberapa jam setelah perang dimulai pada 28 Februari. Ia membagikan ulang sebuah unggahan yang menampilkan gambar Trump yang dihasilkan AI berdiri di antara bendera Israel dan menyarankan bahwa Washington menyerang Iran atas nama Israel.

Rekomendasi