Dokumen Epstein Files yang baru terungkap mengejutkan media sosial, memicu penyelidikan mendalam terhadap ribuan halaman untuk mendapatkan jawaban. Salah satu detail yang mencolok adalah munculnya kata 'pizza' lebih dari 900 kali dalam berkas tersebut, yang menimbulkan spekulasi mengenai apakah istilah ini menyimpan makna yang lebih gelap, seperti yang dirangkum oleh Her Zindagi pada Selasa (10/2).
Penyebutan kata ini telah menghidupkan kembali perdebatan mengenai Pizzagate, sebuah teori konspirasi yang sepenuhnya dibantah yang muncul selama pemilihan Presiden AS 2016. Teori tersebut, yang berakar pada email dari John Podesta, ketua kampanye Hillary Clinton, secara keliru mengklaim bahwa pejabat Partai Demokrat terlibat dalam jaringan perdagangan anak dari Comet Ping Pong, sebuah restoran pizza di Washington, DC. Meskipun terbukti tidak benar, teori ini kembali menjadi perhatian di kalangan peneliti komunikasi Epstein.
Salah satu email yang ditemukan oleh penyelidik menyebutkan 'jumlah orang untuk pizza', sementara email lainnya bertanya kepada penerima di Austin apakah mereka 'menginginkan pizza'.
Namun, yang paling mencolok adalah satu email yang menyatakan, 'Kue bokong terdengar enak, tapi saya butuh pizza'. Warganet pun menyoroti istilah 'pesta pizza' yang muncul dalam berbagai korespondensi Epstein, dengan banyak email merujuk pada perencanaan pertemuan yang melibatkan makanan ini, serta mengenang acara-acara sebelumnya.
Frekuensi penyebutan pizza ini dianggap aneh oleh banyak orang, terutama setelah pengungkapan mengenai kebiasaan makan Epstein oleh Virginia Giuffre.
Advertisement
Pertanyaan yang muncul adalah mengapa seorang pria yang tidak menyukai pizza tetap mengadakan pesta pizza. Giuffre, yang merupakan salah satu penuduh Epstein yang paling vokal, menjelaskan bahwa terpidana pedofil tersebut memiliki pendekatan yang 'sangat disiplin' terhadap makanan.
Ia menjelaskan bahwa Epstein tidak hanya mengontrol pola makannya sendiri, tetapi juga mengawasi diet orang-orang di sekitarnya. Hal ini membuat banyak orang merasa bingung dengan banyaknya referensi tentang pesta pizza, terutama bagi mereka yang meragukan keaslian pertemuan-pertemuan tersebut.
Beberapa email yang beredar menyebutkan adanya pertemuan di lokasi yang dikenal dengan nama 'Red Hook' untuk menikmati pizza. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa lokasi tersebut merujuk pada Red Hook di St. Thomas, Kepulauan Virgin AS.
Ini adalah pelabuhan yang sama yang digunakan oleh Epstein untuk mengangkut 'karyawan' ke dan dari Pulau Little St. James, yang terkenal sebagai 'Pulau Epstein'. Dengan demikian, ada hubungan langsung antara lokasi tersebut dan aktivitas yang dilakukan oleh Epstein, yang semakin memperumit narasi seputar pesta pizza tersebut.
Advertisement
Hubungan geografis ini telah memicu banyak spekulasi mengenai kebenaran di balik pesta-pesta pizza tersebut. Di media sosial, beragam teori bermunculan, seperti yang diungkapkan oleh salah satu pengguna yang menyatakan,
"Jadi, Pizzagate 100 persen nyata. Semua jalan mengarah kembali ke kedai pizza kecil di DC dan pria bernama James Alefantis."
Pengguna lain juga menambahkan, "Korban Epstein diperkosa oleh Bush dan menyaksikan bayi-bayi dimutilasi? WTF PIZZAGATE ITU NYATA Q ITU NYATA INI BUKAN PERMAINAN."
Hal ini menunjukkan betapa dalamnya kepercayaan yang dipegang oleh banyak orang."Pizzagate tersebar di seluruh Epstein Files yang baru."
Selain itu, terdapat klaim bahwa "Ada pesan teks grup dalam kumpulan data 9 yang secara eksplisit mengaitkan pizza dengan tindakan seksual. (Dan kita semua tahu apa arti kode untuk Pizza)."
Keyakinan ini menunjukkan bahwa penganut teori konspirasi tetap berpegang pada pandangan mereka, meskipun banyak yang meragukan kebenaran dari informasi yang beredar. Kepercayaan ini tampaknya tidak mudah goyah di tengah berbagai bantahan yang ada.
Advertisement
Salah satu individu yang mengklaim mempercayai teori konspirasi tersebut menulis, "Bagi semua orang yang marah dengan email yang dikirim ke Jeffrey Epstein yang menyatakan 'Saya suka video penyiksaan itu', di mana Anda berada pada 2016 ketika email Tony Podesta kepada John Podesta yang menyatakan dia 'masih berada di ruang penyiksaan' setelah 'kesenangan' tadi malam muncul?"
"Ketika para pedofil ini berbicara tentang video penyiksaan dan ruang penyiksaan, mereka benar-benar bermaksud persis seperti itu, dan tidak, itu bukan lelucon!"
Meskipun Pizzagate telah dibantah secara tegas oleh penegak hukum dan jurnalis investigatif, banyaknya referensi mengenai pizza dalam dokumen Epstein tetap memicu spekulasi di dunia maya mengenai kemungkinan penggunaan bahasa sandi dalam komunikasi mereka.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana teori konspirasi dapat berkembang meskipun tidak ada bukti yang mendukung. Ketika informasi yang tidak terverifikasi disebarluaskan, hal itu sering kali menciptakan kebingungan dan ketidakpastian di kalangan masyarakat.
Dalam konteks ini, penting bagi publik untuk lebih kritis dalam menilai informasi yang beredar, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti kejahatan seksual dan eksploitasi. Dengan demikian, kita perlu memastikan bahwa kita tidak terjebak dalam jaring teori konspirasi yang dapat merugikan banyak pihak.