Netanyahu Puji UEA Setinggi Langit Setelah Bantu Israel Selama Genosida di Gaza
Menurut Netanyahu, UEA telah melakukan semua yang diminta Israel bahkan memberikan lebih dari itu.
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham pekan ini mengatakan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan kepadanya bahwa Tel Aviv sangat puas dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed (MbZ), yang telah “melakukan semua yang diminta darinya” dan bahkan lebih.
Komentar Graham disampaikan menjelang kunjungannya ke UEA pada 17 Februari, setelah sebelumnya melakukan perjalanan ke Tel Aviv.
Berbicara di Israel sebelum keberangkatannya ke UEA, Graham mengatakan, “Perjalanan ini sangat istimewa bagi saya. Ini merupakan penegasan atas sesuatu yang telah saya kerjakan selama lebih dari dua tahun. Saya berangkat dari sini menuju UEA. Bibi ingin saya menyampaikan kepada pers bahwa ia ‘terkesan’ dengan tingkat kerja sama dan pentingnya kemitraan antara UEA dan Israel.”
Hubungan Militer
“MbZ telah melakukan semua yang diminta darinya, dan bahkan lebih,” tambah Graham, menyampaikan pesan Netanyahu, seperti dilansir the Cradle, Selasa (17/2).
“Mereka adalah mitra yang teguh, mitra yang dapat diandalkan, di tengah situasi yang sulit. Saya akan pergi ke sana … untuk mengakui kepemimpinan MbZ dan menyarankan agar Amerika meningkatkan kemampuan UEA dalam mempertahankan diri dan kawasan,” lanjutnya.
UEA secara resmi menormalisasi hubungan dengan Israel pada 2020, ketika Kesepakatan Abraham yang dimediasi AS ditandatangani.
Sejak genosida di Gaza dimulai, Abu Dhabi – yang kini menjadi mitra dagang Arab terbesar Israel – terus menjalin hubungan militer strategis dengan Tel Aviv.
Perusahaan pertahanan milik negara UEA, EDGE, memiliki saham di sejumlah produsen senjata terkemuka Israel, termasuk Rafael dan Israel Aerospace Industries (IAI). Negara Teluk itu juga telah mengekspor senjata senilai jutaan dolar ke Israel yang secara langsung digunakan dalam serangan terhadap Gaza.
Hubungan dengan Epstein
Menurut sebuah laporan bulan lalu, hubungan erat antara Abu Dhabi dan Tel Aviv sebagian dibina oleh mendiang Jeffrey Epstein, terpidana kasus pedofilia, perdagangan seks, dan disebut sebagai aset intelijen Israel.
Epstein memiliki hubungan dekat dengan mantan CEO DP World, Sultan Ahmed bin Sulayem, yang baru-baru ini digantikan dari jabatannya sebagai kepala perusahaan logistik pelabuhan besar milik Emirat tersebut setelah terungkap pertukaran email yang menunjukkan ia mengirim “video penyiksaan” kepada pelaku kejahatan seks tersebut.
Drop Site News melaporkan pada Januari bahwa Epstein menggunakan persahabatan dekatnya dengan Bin Sulayem untuk berperan sebagai jembatan diplomatik informal antara Israel dan UEA.
Pangkalan di Laut Merah
Pada bulan yang sama, sebuah dokumen bocor mengungkap proposal pemerintah Emirat yang menyerukan penggunaan pangkalan UEA di Laut Merah untuk memberikan dukungan militer, intelijen, dan logistik secara langsung kepada Israel selama perang di Gaza.
Dokumen tersebut secara eksplisit menyerukan agar UEA “memperkuat Israel dalam perangnya melawan teroris di Palestina,” dan agar dukungan tersebut berlanjut “hingga para teroris dikalahkan.”
Dalam tahun-tahun setelah dimulainya perang yang dipimpin Arab Saudi di Yaman pada 2015, militer UEA membangun pendudukan luas atas pelabuhan, pulau, dan jalur perairan Yaman – yang dilakukan dalam koordinasi dengan Israel.
UEA juga mendirikan pangkalan militer di sepanjang pantai Somalia.