Munafiknya Eropa, Kecam Genosida Israel Tapi Senjatanya juga Dibeli
Negara-negara Eropa berdiri di dua sisi yang berbeda dalam memandang Israel. Mereka terus mengutuk namun juga mengakui kemampuannya secara diam-diam.
Lewat pernyataan resmi dan forum internasional, Uni Eropa mengkritik keras perbuatan Israel di Gaza. Mereka menyuarakan isu kemanusiaan dan genosida di Palestina.
Namun di lain sisi, lembaga keamanan dan departemen pemerintahnya secara diam-diam mencari keahlian Israel terutama dalam pertempuran dan kerja sama pertahanan.
Fenomena ini cukup mengherankan apalagi meningkatnya ancaman keamanan Eropa terutama di sepanjang sisi timur NATO. Sehingga banyak negara yang bergantung pada kemampuan yang dikembangkan oleh Israel.
Puji Kekuatan Militer Israel
Dikutip dari The Jerusalem Post, Selasa (1/7) ekosistem pertahanan Israel dianggap mumpuni karena dibentuk atas dasar kebutuhan dan disempurnakan melalui konfrontasi langsung.
Karenanya, mereka mampu secara bersamaan mengembangkan teknologi inovatif dengan kedalaman pengetahuan kelembagaan dan kelincahan operasional yang semakin dianggap penting oleh negara-negara Eropa.
Tak heran jika banyak negara yang mencoba menarik Israel sebagai mitra pertahanan karena telah terbukti untuk beradaptasi dengan cepat, mengintegrasikan intelijen dengan perencanaan operasional, dan merespons dengan tegas di bawah tekanan.
Sikap Eropa terhadap Israel lebih pada keterlibatan pertahanan Eropa dengan Israel yang bersifat rahasia.
Lewat beberapa pameran pertahanan, perusahaan-perusahaan Israel hadir namun tidak ditampilkan secara mencolok. Selain itu dialog strategis juga berlangsung secara diam-diam.
Strategi ini dilakukan agar mereka tetap dapat memanfaatkan pengetahuan Israel, sambil meminimalkan hubungan publik di tengah kepekaan politik.
Kecam Israel Tapi Kerja Sama Berlanjut
Perang di Gaza membuat publik Eropa terus mendorong seruan untuk sanksi dan evaluasi ulang hubungan bilateral dengan Israel. Namun, di balik itu, pemerintah tetap melanjutkan kerja sama pertahanan. Alhasil banyak pemerintah Eropa yang mengutuk Israel di depan umum namun merangkul kemampuannya secara pribadi.
Kemitraan tersebut sangat berisiko, apalagi dilakukan secara diam-diam dan jarak politik yang terbuka sehingga tidak stabil.
Sejatinya, jika Eropa mengakui nilai kontribusi Israel dan tindakannya yang konsisten, seharusnya harus tercermin tidak hanya dalam kebijakan namun juga dalam retorika dan diplomasi.
Di era ancaman yang berkembang pesat, pertahanan yang efektif membutuhkan lebih dari sekadar teknologi canggih. Israel disebut secara konsisten menunjukkan keandalannya dalam melakukannya.