KBRI Oslo Jadi Pusat Obat Rindu Lebaran bagi Diaspora Indonesia di Norwegia

Diaspora Indonesia di Norwegia temukan obat rindu Lebaran tanah air dengan shalat Idul Fitri dan halalbihalal di KBRI Oslo, merasakan nuansa berlebaran seperti di rumah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KBRI Oslo Jadi Pusat Obat Rindu Lebaran bagi Diaspora Indonesia di Norwegia
Diaspora Indonesia di Norwegia temukan obat rindu Lebaran tanah air dengan shalat Idul Fitri dan halalbihalal di KBRI Oslo, merasakan nuansa berlebaran seperti di rumah. (AntaraNews)

Jakarta, 21 Maret 2026 – Kerinduan akan suasana Lebaran di tanah air terobati bagi diaspora Indonesia di Norwegia. Mereka berkesempatan merayakan Idul Fitri 1447 H bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo, yang menyelenggarakan shalat Idul Fitri dan acara halalbihalal. Kegiatan ini berhasil menciptakan nuansa Lebaran yang kental seperti di Indonesia, membawa kehangatan bagi para perantau.

Acara yang berlangsung pada 20 Maret 2026 ini menjadi momen penting bagi warga negara Indonesia yang tinggal di negara Nordik tersebut. Salah satu diaspora, Hakam Adi, mengungkapkan kegembiraannya bisa berinteraksi dalam bahasa Indonesia dan menikmati hidangan khas Lebaran. Ia dan istrinya yang baru pindah ke Norwegia merasa terbantu untuk beradaptasi dan menjalin silaturahmi dengan sesama diaspora.

KBRI Oslo menyelenggarakan kegiatan ini bekerja sama dengan organisasi Muslim setempat, Ukhuwah Muslim i Norge (UMINor). Antusiasme peserta sangat tinggi, dengan kuota yang dibatasi hingga 300 orang untuk memastikan kelancaran acara.

Perayaan Idul Fitri di Oslo berhasil menghadirkan nuansa Lebaran yang sangat dirindukan oleh diaspora Indonesia. Hakam Adi, seorang diaspora yang hadir, mengaku sangat senang bisa mengobrol menggunakan bahasa Indonesia. Suasana akrab ini menjadi “obat rindu” yang efektif bagi mereka yang jauh dari keluarga dan kampung halaman.

Tidak hanya itu, hidangan Lebaran khas Indonesia juga menjadi daya tarik utama dalam acara tersebut. Para peserta dapat menikmati berbagai sajian lezat seperti opor, rendang, dan kue-kue tradisional seperti lapis legit. Kehadiran makanan-makanan ini semakin memperkuat rasa kebersamaan dan nostalgia akan perayaan Lebaran di tanah air.

Acara shalat Idul Fitri dan halalbihalal ini diselenggarakan di balai masyarakat “Skui grendhus”, yang berlokasi sekitar 30 menit perjalanan ke barat dari Oslo. Pemilihan lokasi ini memungkinkan lebih banyak diaspora untuk hadir dan merayakan hari kemenangan bersama.

Kegiatan Idul Fitri yang diselenggarakan KBRI Oslo ini tidak hanya mengobati kerinduan, tetapi juga menjadi ajang penting untuk menjalin silaturahmi. Setelah shalat dan mendengarkan khutbah, Hakam Adi dan istrinya berkesempatan bersalaman langsung dengan Duta Besar RI di Norwegia, Teuku Faizasyah, beserta istri dan jamaah lainnya. Momen ini mempererat hubungan antara perwakilan negara dengan warganya di luar negeri.

Kolaborasi antara KBRI Oslo dengan UMINor menunjukkan upaya bersama dalam memfasilitasi kebutuhan spiritual dan sosial diaspora Muslim di Norwegia. Keterbatasan kuota peserta hingga 300 orang menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan akan acara semacam ini.

Bagi diaspora yang baru pindah ke Norwegia, seperti Hakam Adi dan istri, acara ini menjadi kesempatan berharga untuk berkenalan dengan sesama warga Indonesia. Mereka dapat membangun jaringan sosial dan merasa lebih kerasan di lingkungan baru.

Meskipun dapat merayakan Lebaran bersama diaspora lain di Oslo, kerinduan terhadap keluarga di tanah air tetap ada. Untuk mengatasi hal ini, teknologi menjadi jembatan penghubung yang sangat vital. Hakam Adi mengaku mengandalkan panggilan video WhatsApp untuk berkomunikasi dengan keluarganya di Jakarta.

Selain panggilan video, pertukaran foto melalui aplikasi pesan juga menjadi cara efektif untuk berbagi momen Lebaran. Teknologi ini memungkinkan diaspora untuk tetap merasa dekat dengan sanak saudara, meskipun terpisah oleh jarak yang jauh.

Perayaan Idul Fitri 1447 H di Norwegia, yang jatuh pada 20 Maret 2026, menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan bagi masyarakat Muslim di sana, termasuk diaspora Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi