Menteri Israel Kesal Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Perayaan Barcelona Juara
Bintang klub Barcelona itu tampak santai berdiri di sisi kanan bus saat berparade sambil memegang bendera Palestina.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz meminta FC Barcelona untuk “mengecam” bintang sepak bola Lamine Yamal setelah ia mengibarkan bendera Palestina saat perayaan gelar juara klub pekan ini.
Perdana Menteri Spanyol mengecam serangan Israel terhadap Yamal dan mengatakan bahwa sang pemain “hanya mengekspresikan solidaritas terhadap Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol.”
Israel Katz mengatakan dirinya berharap Barcelona “mengecam” tindakan bintang berusia 18 tahun itu setelah video Yamal memegang bendera Palestina di atas bus terbuka tim saat parade juara Liga Spanyol ke-29 Barcelona pada Senin lalu beredar luas.
Tanggapan Pelatih Barcelona
Perayaan itu dilakukan sehari setelah kemenangan Barcelona 2-0 atas Real Madrid di El Clásico yang memastikan gelar La Liga.
“Yamal memilih menghasut melawan Israel dan mendorong kebencian saat tentara kami sedang melawan kelompok teroris Hamas,” tulis Katz di platform X, seperti dilansir Quds Network, Jumat (15/5).
“Sebagai Menteri Pertahanan Israel, saya tidak akan diam menghadapi hasutan terhadap Israel dan terhadap orang Yahudi.”
Katz juga mengatakan dirinya berharap “klub besar dan terhormat seperti Barcelona” menegaskan bahwa “tidak ada tempat bagi hasutan dan dukungan terhadap terorisme.”
Pelatih Barcelona Hansi Flick, menanggapi insiden itu pada Selasa dan mengatakan dirinya telah berbicara dengan Yamal mengenai kejadian tersebut.
Kelompok pendukung Israel, Barcamania Israel, menyebut tindakan Yamal “bodoh dan tidak bertanggung jawab” serta mengaku telah mengajukan keluhan kepada klub.
Pada Kamis, kelompok suporter itu mempublikasikan apa yang mereka sebut sebagai tanggapan resmi dari Barcelona, yang menyatakan bahwa momen tersebut “tidak dimaksudkan untuk menyampaikan pernyataan politik” atas nama klub.
Kecaman Perdana Menteri Spanyol
Yamal, yang terlihat santai berdiri di sisi kanan bus parade, memang absen dalam pertandingan Minggu karena cedera, tetapi tetap bergabung bersama rekan-rekannya dalam parade juara keesokan harinya.
Potongan video yang menunjukkan dukungannya terhadap rakyat Palestina langsung viral di media sosial. Banyak penggemar sepak bola, pengamat, aktivis, hingga pemain lain memuji aksi bintang muda tersebut.
Perdana Menteri Spanyol juga mengecam pernyataan Katz terhadap Yamal.
“Mereka yang menganggap mengibarkan bendera sebuah negara sebagai ‘hasutan kebencian’ berarti telah kehilangan akal sehat atau dibutakan oleh kehinaan mereka sendiri. Lamine hanya mengekspresikan solidaritas terhadap Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Itu menjadi alasan lain untuk bangga kepadanya.”
“Bagi sebagian orang mungkin ini hanya gestur sederhana, tetapi di Gaza, itu menyentuh hati dengan cara yang sulit dijelaskan dengan kata-kata,” tulis Muhammed Akram, seorang mahasiswa Palestina di Gaza.
“Terima kasih, Lamine Yamal. Dari Gaza, kamu dicintai lebih dari yang kamu bayangkan.”
Diunggah di Akun Instagram Pribadi
Bendera Palestina sendiri telah dikibarkan oleh demonstran dan aktivis pro-Palestina di ratusan kota di seluruh dunia selama dua setengah tahun terakhir di tengah perang Israel di Gaza, sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Setelah perayaan, Yamal juga mengunggah foto dirinya memegang bendera Palestina bersama sejumlah foto lain di akun Instagram pribadinya.
Yamal memiliki 44,2 juta pengikut di Instagram. Unggahannya mendapat 5,3 juta tanda suka dan lebih dari 100 ribu kali dibagikan.
Penulis dan penyair Palestina terkenal, Mosab Abu Toha, ikut berkomentar di unggahan tersebut dengan menulis, “Kami mencintaimu, dari Gaza.”
Rekan setim Yamal di Barcelona, Marcus Rashford, serta pesepak bola Belanda Anwar El Ghazi termasuk di antara 166 ribu akun yang mengomentari unggahan tersebut.
Gestur Penuh Kemanusiaan
Gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions atau BDS, yang dibentuk pada 2005 untuk memperjuangkan hak-hak Palestina dan mengakhiri pendudukan Israel di wilayah Palestina, juga mengapresiasi aksi Yamal.
“Terima kasih untuk gestur penuh kemanusiaan ini,” tulis akun BDS Spanyol di X. “Olahraga memiliki kekuatan untuk membuat dunia melihat apa yang tidak boleh dilupakan.”
Sementara itu, sejumlah pengguna media sosial pro-Israel menyerang Yamal dan mengatakan ia “tidak pantas lagi mengenakan seragam timnas Spanyol.” Ada pula yang menyebut tindakannya cukup untuk membuatnya gagal meraih penghargaan Ballon d’Or meski tampil impresif bersama klub dan tim nasional.