PM Spanyol Dukung Bintang Barcelona Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina, Sindir Israel Kehilangan Akal Sehat
Dukungan dari Perdana Menteri Spanyol muncul setelah tindakan Yamal yang memicu reaksi dari pihak Israel.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyatakan bahwa bintang Barcelona, Lamine Yamal, telah membuat negaranya bangga dengan mengibarkan bendera Palestina dalam parade kemenangan. Tindakan ini memicu tuduhan berlebihan dari Israel yang menuduhnya menghasut kebencian.
Yamal, yang baru berusia 18 tahun, menarik perhatian publik saat mengibarkan bendera tersebut pada parade bus terbuka di Barcelona pada hari Senin (11/5) sebagai bagian dari perayaan gelar La Liga yang kedua secara berturut-turut.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengkritik tindakan Yamal pada Kamis (14/5), dengan menyebut bahwa Yamal telah memilih untuk 'menghasut kebencian' terhadap negaranya.
"Saya berharap klub besar dan terhormat seperti Barcelona mengambil jarak dari pernyataan tersebut dan menjelaskan secara tegas bahwa tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme," kata Katz di platform X dalam bahasa Spanyol.
Namun, Sanchez, yang dikenal sebagai pengkritik keras Israel dan pernah menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai genosida, membela tindakan Yamal.
"Mereka yang menganggap mengibarkan bendera suatu negara sebagai 'menghasut kebencian' berarti telah kehilangan akal sehat atau tidak lagi mampu melihat persoalan secara jernih."
Sanchez menambahkan bahwa Yamal hanya mengekspresikan solidaritas terhadap Palestina yang dirasakan oleh jutaan warga Spanyol, dan itu menjadi alasan lain untuk bangga kepadanya.
Mural di Gaza
Dukungan Yamal terhadap perjuangan Palestina, yang mendapatkan sambutan luas di Spanyol, juga menarik perhatian di Gaza yang tengah terjebak dalam situasi sulit.
"Para seniman di sebuah kamp pengungsi di wilayah yang sebagian besar telah hancur itu melukis mural di atas reruntuhan yang menggambarkan Yamal sedang mengibarkan bendera Palestina," demikian disaksikan seorang jurnalis AFP.
Tindakan tersebut menjadi simbol harapan di tengah kehampaan yang dirasakan oleh masyarakat di Gaza.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyampaikan pandangannya mengenai tindakan Yamal. Ia mengungkapkan bahwa meskipun tidak setuju dengan tindakan tersebut, ia tetap menghormati keputusan yang diambil oleh Yamal.
"Jika dia ingin melakukannya, itu adalah keputusannya," beber Flick.
Hubungan antara Spanyol dan Israel semakin memburuk sejak dimulainya serangan Israel di Gaza pada tahun 2023. Setelah Spanyol secara resmi mengakui Palestina pada tahun 2024, Israel menarik duta besarnya sebagai respons terhadap langkah tersebut.
Selain itu, pada bulan Maret lalu, Spanyol juga menarik diplomat tertingginya dari Tel Aviv, menandakan semakin memburuknya hubungan antara kedua negara.