Cerita Lokasi Favorit Ojol Antar Pesanan, Ada Tempat Penitipan hingga Satpamnya Ramah
Kehadiran loker penitipan hingga akses yang lebih mudah dianggap sangat membantu para driver dalam bekerja.
Di tengah tingginya penggunaan layanan pesan-antar makanan dan barang di Jakarta, sejumlah apartemen mulai dinilai lebih ramah terhadap pengemudi ojek online (ojol).
Kehadiran loker penitipan hingga akses yang lebih mudah dianggap sangat membantu para driver dalam bekerja.
Salah seorang driver ojol, Muhammad Rifki alias Bagol (34), menyebut Apartemen Kalibata City sebagai salah satu lokasi yang cukup nyaman bagi pengemudi.
“Kalibata City ramah, ada penitipan dan loker juga. Beberapa kantor sekitar Kalibata juga sudah cukup ramah buat ojol,” kata Bagol kepada merdeka.com di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (7/5).
Menurutnya, keberadaan tempat penitipan barang membuat driver tidak perlu menunggu pelanggan terlalu lama untuk mengambil pesanan. Hal ini penting karena waktu tunggu sering kali menghambat pengambilan order berikutnya.
Pengalaman serupa pun disampaikan driver lain, Teguh (50). Ia mengaku fasilitas penitipan di Kalibata City cukup membantu pekerjaannya sehari-hari.
“Kalau di Kalibata jelas ada penitipan dan lemari buat naruh pesanan,” ujar Teguh.
Sementara itu, Yudho (21) menyebut Apartemen Taman Anggrek dan Season City di Jakarta Barat juga menyediakan fasilitas penitipan barang bagi ojol.
“Banyak sih, kayak Taman Anggrek sama Season City ada penitipannya,” kata Yudho.
Masih Ada Tempat yang Perlu Diperbaiki
Meski demikian, ia menilai lokasi penitipan di beberapa apartemen masih terlalu jauh dari area parkir pengemudi.
Di sisi lain, masih banyak apartemen maupun gedung perkantoran yang dinilai belum ramah terhadap ojol. Salah satu persoalan utama adalah tidak tersedianya tempat penitipan barang sehingga driver harus menunggu customer turun langsung.
“Di Apartemen Riverside Pengadegan itu ada enam tower, tapi enggak ada tempat penitipan. Jadi kita harus nunggu customer turun ke bawah,” keluh Bagol.
Menurutnya, kondisi tersebut merugikan driver karena waktu tunggu bisa cukup lama dan menghambat pengambilan order berikutnya.
Keluhan serupa juga dirasakan saat mengantar pesanan ke salah satu gedung perkantoran di kawasan Gatot Subroto.
“Di Telkom Hub juga enggak ada penitipan. Jadi customer harus ketemu langsung di lobi depan. Kadang nunggu sampai setengah jam atau 45 menit,” ujarnya.
Driver lain bernama Amri (28) juga mengaku pernah harus menunggu lebih dari 10 menit saat mengantar makanan di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan.
“Kita harus nunggu sampai customer benar-benar turun karena enggak bisa dititipkan,” kata Amri.
Parkir
Tak hanya soal penitipan barang, biaya parkir juga menjadi keluhan para driver ojol. Mereka tetap harus membayar parkir meski hanya mengantar pesanan dalam waktu singkat.
“Kalau masuk apartemen kayak Riverside atau Kalibata City tetap bayar Rp2.000. Kalau kelamaan bisa sampai Rp4.000,” ujar Bagol.
Menurutnya, biaya parkir sering kali harus ditanggung pribadi jika pelanggan tidak menggantinya. Ia memilih mengalah demi menghindari komplain pelanggan yang bisa berdampak pada akun kemitraannya.
“Daripada ribut gara-gara Rp2.000 terus akun kena masalah, ya mau enggak mau dibayar sendiri,” katanya.
Meski begitu, masih ada sejumlah lokasi yang memberikan toleransi parkir gratis bagi pengemudi ojol.
“Di Nifarro sama Citadines masih ada free parkir beberapa menit. Kalau lebih dari 10 menit baru kena charge,” jelasnya.
Para driver berharap semakin banyak apartemen dan gedung di Jakarta yang menyediakan fasilitas ramah ojol, mulai dari tempat penitipan barang hingga area parkir khusus.
“Harapannya ada parkiran khusus ojol. Rp2.000 itu lumayan buat beli bensin,” kata Bagol.
Hal senada disampaikan Yudho. Menurutnya, biaya parkir yang terlihat kecil akan terasa besar jika dikalikan dengan jumlah order dalam sehari.
“Kalau sekali parkir Rp3.000 terus sehari lima kali, lumayan banget. Mending buat bensin,” ujarnya.
Susan (47), driver ojol lainnya, juga berharap ada kepastian terkait penggantian biaya parkir dari pelanggan.
“Kadang customer bilang nanti masuk tip, tapi ternyata enggak ada,” ujar Susan.