Propaganda Israel Hancur Lebur, Tawanan Tentara Mereka Cium Kening Pejuang Hamas Saat Dibebaskan
Adegan itu viral di media sosial dan berbagai laporan kantor media hingga memicu banyak komentar.
Tawanan tentara Israel Omer Shem-Tov mencium kening dua pejuang Hamas saat pertukaran tawanan di wilayah Nuseirat, Gaza tengah kemarin.
Cuplikan video dari adegan itu menyebar luas di berbagai kantor berita dan media sosial karena dianggap sebagai cerminan perlakuan manusiawi yang diberikan oleh sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, terhadap mereka yang berada dalam tawanan.
Adegan itu seolah menghancurkan citra propaganda Israel selama ini yang selalu mengatakan tawanan mereka menderita, dianiaya bahkan dibunuh oleh pejuang Hamas selama ditahan.
Stasiun televisi Channel 12 Israel melaporkan "adegan sandera Israel, Omer Shem-Tov, mencium kepala pejuang al-Qassam memicu diskusi di media sosial Arab dan berbagai kantor media, sementara sebagian besar diabaikan oleh media Israel."
Sementara itu, surat kabar Israel Maariv menggambarkan ciuman Shem-Tov sebagai "langkah yang mengejutkan dan cerdas" yang membuat Hamas terkejut.
Sebaliknya, Dinas Penjara Israel merilis gambar yang menunjukkan para tawanan Palestina yang dibebaskan dipaksa mengenakan kaus bertuliskan frasa: "Saya akan mengejar musuh-musuh saya dan menangkap mereka; saya tidak akan berbalik sampai mereka hancur." Langkah ini dinilai sebagai ancaman untuk memburu dan membunuh mantan tahanan.
Dilansir Al Mayadeen, Sabtu (22/2), dalam insiden serupa di masa lalu, kelompok perlawanan Palestina mengutuk tindakan tersebut oleh otoritas penjara Israel, menyebutnya sebagai "pelanggaran terhadap hukum internasional dan kemanusiaan."
Pada saat itu, kelompok-kelompok Palestina juga mengkritik Israel karena memaksa tahanan yang dibebaskan mengenakan kaus dengan slogan "Kami tidak lupa, kami tidak memaafkan."
Pertukaran Tawanan Hamas
Kelompok Hamas di Gaza menyerahkan enam tawanan Israel kepada Komite Internasional Palang Merah sebagai bagian dari gelombang ketujuh dari tahap pertama perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan Israel.
Hamas membebaskan Shem Tov, Cohen, dan Wenkert. Kemudian, militer Israel mengatakan ICRC menerima tawanan Hisham al-Sayed di Kota Gaza.
Sebagai imbalan atas pembebasan tawanan Israel, otoritas Israel akan membebaskan 50 tahanan Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup, 60 tahanan yang menjalani hukuman jangka panjang, dan 47 tahanan yang dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran "Wafa al-Ahrar" tetapi ditangkap kembali oleh pasukan pendudukan Israel.
Selain itu, 445 tahanan dari Jalur Gaza, yang diculik setelah 7 Oktober 2023, juga akan dibebaskan hari ini, menurut Kantor Informasi Tahanan.